Momen Ramadan dan Lebaran sering menjadi periode emas untuk meningkatkan penjualan. Pola belanja konsumen berubah, kebutuhan meningkat, dan minat beli cenderung lebih tinggi dibanding bulan biasa. Jika dimanfaatkan dengan strategi penjualan yang tepat, momentum ini tidak hanya mendatangkan lonjakan transaksi jangka pendek, tetapi juga membuka peluang repeat order setelah Lebaran. Karena itu, kamu perlu memahami cara menyusun strategi yang relevan di setiap fase—mulai sebelum, saat, hingga setelah Idulfitri. Yuk, pelajari tipsnya di sini!
Apa Itu Strategi Penjualan?
Mengutip Vation, strategi penjualan adalah rencana komprehensif dan terstruktur yang digunakan bisnis untuk menentukan taktik, tools, hingga target guna meningkatkan penjualan dan pendapatan. Strategi ini tidak hanya membahas apa yang dijual, tetapi juga bagaimana, kepada siapa, melalui saluran apa, dan kapan waktu yang tepat untuk menawarkan produk atau layanan agar peluang terjadinya transaksi semakin besar.
Dari definisi tersebut, ada salah satu poin penting yang perlu kamu garisbawahi, yakni timing. Artinya, strategi penjualan yang efektif tidak bisa dilepaskan dari kemampuan membaca dan memanfaatkan momentum.
Hal ini sangat relevan dalam konteks Ramadan hingga Lebaran. Pada periode ini, perilaku dan kebutuhan konsumen berubah cukup signifikan sehingga kamu perlu menyesuaikan strategi penjualan agar peluang penjualan bisa dimaksimalkan—bahkan setelah momennya usai.
Strategi Penjualan Ramadan hingga Idulfitri

Momen menjelang Ramadan hingga pasca Lebaran adalah serangkaian momentum yang saling berkesinambungan. Pada umumnya, pola belanja selama periode ini cukup berubah. Namun, perlu kamu pahami kalau strategi penjualan di setiap fasenya tidak bisa disamaratakan. Berikut strategi penjualan yang bisa kamu terapkan dari pra-Ramadan hingga pasca Lebaran.
Strategi Penjualan Menjelang Ramadan
Momen menjelang Ramadan adalah waktu yang ideal untuk mulai mempersiapkan bisnis sekaligus membangun awareness lebih awal. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan.
1. Siapkan Stok Lebih Awal
Menjelang Ramadan, biasanya konsumen mulai berbelanja untuk mengantisipasi kebutuhan selama Bulan Ramadan. Dengan menyiapkan stok sejak dini, kamu bisa menghindari kehabisan stok (stockout) saat permintaan meningkat dan menjaga kelancaran operasional.
2. Bangun Awareness Lewat Konten Bertema Ramadan
Mulai komunikasikan kesiapan bisnismu menyambut Ramadan melalui media sosial, banner toko, atau pesan broadcast. Konten seperti teaser promo, countdown Ramadan, hingga tips ringan seputar puasa dapat membantu brand terlihat “siap” melayani konsumen. Beberapa bahkan sudah mulai open PO!
3. Kumpulkan Database Pelanggan
Gunakan fase ini untuk mengajak pelanggan follow akun bisnismu, mendaftar newsletter, atau masuk ke daftar WhatsApp. Database pelanggan ini akan sangat berguna untuk menginformasikan promo dan penawaran spesial selama Ramadan.
Strategi Penjualan Selama Ramadan
Memasuki Bulan Ramadan, banyak orang ingin lebih fokus beribadah. Ini membuat mereka lebih sensitif terhadap produk atau layanan yang menawarkan kemudahan, nilai, dan relevansi produk. Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan.
4. Sesuaikan Jam Operasional dan Waktu Promosi
Pola aktivitas konsumen cenderung berubah selama Ramadan. Banyak transaksi terjadi menjelang berbuka, setelah tarawih, atau setelah sahur. Menyesuaikan jam operasional, respons chat, dan jadwal promo dengan kebiasaan ini bisa meningkatkan peluang konversi.
5. Tawarkan Promo yang Relevan
Selain potongan harga, promo yang relevan dengan kebutuhan Ramadan, seperti paket berbuka, bundling hemat, atau promo sahur bisa menjadi strategi penjualan yang tepat. Strategi ini membuat penawaran terasa lebih tepat guna sehingga bisa mendongkrak penjualan.
6. Permudah Proses Pemesanan dan Pembayaran
Di bulan Ramadan, konsumen cenderung memilih bisnis yang praktis dan cepat. Pastikan alur pemesanan jelas, respons cepat, dan metode pembayaran beragam agar tidak ada hambatan saat transaksi. Misalnya, menyediakan layanan reservasi buka puasa untuk bisnis kuliner.
7. Gunakan Storytelling Bernuansa Ramadan
Ramadan identik dengan nilai kebersamaan dan berbagi. Mengemas promosi dengan cerita yang menyentuh emosi dapat meningkatkan kedekatan dengan pelanggan, memperkuat citra brand, sekaligus mendorong penjualan.
Strategi Penjualan Menjelang Lebaran
Momentum menjelang Idulfitri adalah fase puncak penjualan. Untuk “menang” di fase ini, kamu butuh strategi lebih terarah dan berikut adalah beberapa yang bisa kamu coba.
8. Tonjolkan Urgensi dan Batas Waktu
Gunakan pesan seperti “stok terbatas”, “last order sebelum Lebaran”, atau “promo berakhir hari ini” untuk mendorong keputusan membeli lebih cepat. Strategi ini efektif karena konsumen cenderung tidak ingin melewatkan kesempatan dan kamu pun punya waktu ekstra untuk menyiapkan pesanan.
9. Fokus pada Produk Siap Kirim dan Best Seller
Di fase ini, konsumen menginginkan kepraktisan. Produk best seller, paket hampers, atau item siap kirim biasanya lebih diminati karena minim risiko keterlambatan—mengingat layanan ekspedisi sedang sibuk-sibuknya.
Strategi Penjualan Pasca Lebaran

Banyak pelaku usaha menganggap periode setelah Lebaran sebagai masa sepi. Padahal, fase ini bisa diubah menjadi peluang emas—terutama ketika banyak kompetitor masih tutup atau belum kembali beroperasi secara normal.
10. Manfaatkan Celah Pasar saat Kompetitor Belum Aktif
Pasca Lebaran, masih ada konsumen yang membutuhkan produk atau layanan secara mendesak—baik karena baru kembali dari mudik, kehabisan stok di rumah, atau butuh solusi cepat. Ketika bisnis lain masih tutup atau buka terbatas, kamu yang tetap buka atau buka lebih awal bisa menjadi “pelarian” utama konsumen. Di titik ini, kehadiran dan kesiapan operasional menjadi keunggulan kompetitif yang nyata.
11. Dorong Repeat Order dengan Penawaran Menarik
Setelah momen Lebaran usai, konsumen umumnya kembali ke rutinitas dan mulai lebih selektif dalam belanja. Inilah waktu yang tepat untuk menjaga hubungan dengan pelanggan melalui promo khusus pasca Lebaran, voucher repeat order, atau penawaran eksklusif untuk pelanggan yang sudah bertransaksi selama Ramadan bisa jadi strategi menarik untuk menjaga arus penjualan.
Itulah sederet strategi penjualan yang bisa kamu terapkan sejak sebelum Ramadan hingga Lebaran usai. Dengan menyusun strategi berdasarkan fase waktu, kamu tidak hanya mengandalkan lonjakan penjualan musiman, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan.Jangan lupa, manfaatkan data penjualan untuk melihat pola paling efektif dengan fitur Manajemen Kampanye. Hanya dengan satu dashboard kamu bisa mengelola seluruh promosi tanpa ribet berpindah aplikasi. Semua performa kampanye juga bisa dipantau secara real-time sehingga kamu tahu strategi mana yang paling efektif dalam meningkatkan penjualan dan engagement pelanggan. Yuk, kelola kampanye pemasaran bisnismu dengan lebih praktis, terukur, dan profesional bersama Labamu!


