Produk indonesia mendunia adalah komoditas manufaktur, pangan olahan, dan barang konsumsi karya industri nasional yang memiliki jaringan penetrasi pasar reguler di mancanegara, memenuhi sertifikasi kelayakan global (seperti US FDA, ISO 22000, CE Mark, dan Halal resmi), serta mencatatkan volume ekspor berkelanjutan. Keberhasilan ekspansi global brand lokal bertumpu pada integrasi antara standardisasi mutu bahan baku, kepatuhan regulasi kepabeanan (Harmonized System Code / HS Code), ketahanan rantai pasok, dan digitalisasi pencatatan operasional sejak dari hulu ke hilir.
Skalabilitas produk lokal menuju pasar global ditentukan oleh kepatuhan regulasi internasional, kontrol rantai pasok presisi, dan tata kelola operasional yang terintegrasi secara digital.
Daftar Produk Indonesia yang Mendunia
Produk Food and Beverage (F&B)

1. Indomie
Ini adalah salah satu produk kuliner kebanggan Indonesia yang popularitasnya sudah mendunia. Selain menjadi favorit di negeri sendiri, Indomie juga mulai menjadi makanan favorit masyarakat mancanegara.
Indomie saat ini sudah berhasil melakukan ekspor ke banyak negara. Mulai dari negara Asia dan negara tetangga, seperti Hongkong, Taiwan, dan Australia, hingga ke negara beda benua, seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, Irak, dan banyak negara Afrika.
2. Kopiko
Bagi pecinta drama Korea, pasti sempat kaget melihat permen Kopiko ada dalam beberapa drama terkenal di sana. Sebut saja “Vincenzo”, “Hometown Cha-Cha-Cha”, dan “Mine”
Setelah kemunculannya di sana, Kopiko menjadi salah satu produk Indonesia yang mendunia dan diterima. khususnya di Korea Selatan. Salah satu alasannya karena menjadi cara praktis “minum” kopi.
Namun, Kopiko sebenarnya sudah go international sejak 2017 saat dibawa ke luar angkasa oleh NASA.
3. J.Co
Tahukah kamu kalau banyak orang asing yang ketagihan saat makan J.Co di Indonesia dan menyebutnya lebih enak dibandingkan merek donat dari luar negeri yang juga terkenal.
Mungkin itulah sebabnya merek donat milik Johnny Andrean Group yang didirikan sejak 2006 ini mulai membuka cabangnya di luar negeri pada 2007.
Dimulai di Malaysia, sekarang J.Co juga sudah bisa ditemukan di Singapura, Filipina, Hong Kong, bahkan hingga di Arab Saudi.
4. La Fonte
Meski namanya sangat Italia, tetapi La Fonte adalah produk asli Indonesia yang sudah mendunia.
Sangat populer di Indonesia, merek ini ternyata juga menjadi favorit masyarakat di negara-negara Asia, bahkan hingga ke Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Nigeria, dan Zambia.
5. SilverQueen
Cokelat produksi PT. Petra Foods ini sudah ada sejak 1950-an. Meski sejak itu banyak merek cokelat yang muncul, termasuk dari luar negeri, SilverQueen tetap menjadi favorit, bahkan hingga ke luar negeri.
Saat ini, SilverQueen telah mengekspor produknya ke 17 negara, mulai dari Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan masih banyak lagi.
6. Tolak Angin
Kamu pasti sudah tidak asing dengan kalimat “Orang pintar minum Tolak Angin”. Ternyata, bukan orang pintar saja yang minum obat herbal ini, tetapi juga orang-orang di luar negeri.
Produk PT Jamu Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. yang sudah ada sejak 1930 ini, sudah diekspor ke banyak negara, seperti Arab Saudi, Kamboja, Myanmar, Vietnam, Filipina, dan sebagainya.
Baca juga: Contoh Franchise di Indonesia Apa Saja? Ketahui Biaya yang Harus Dikeluarkan dan Jenisnya!
Fashion

1. The Executive
Karena namanya yang kebarat-baratan, banyak yang mengira The Executive adalah brand luar. Apalagi desain pakaiannya yang elegan dan kualitasnya yang bagus.
Padahal, brand ini adalah produk lokal yang diproduksi PT Delami Garment Industries, yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.
Namun, karena kualitasnya sudah tak perlu diragukan lagi, The Executive sudah mengekspor produk-produknya ke negara-negara, termasuk yang berada di Asia Tenggara.
2. Lea Jeans
Memiliki konsep gaya American dan authentic denim, tak heran jika banyak yang mengira brand jeans yang satu ini merupakan produk dari luar negeri.
Padahal, Lea Jeans produk asli Indonesia yang sudah mendunia ini, diproduksi di Tangerang, berada di bawah naungan PT. Lea Sanent.
3. Eiger
Penggemar naik gunung atau yang suka beraktivitas di luar ruangan sudah tidak asing dengan brand ini. Ternyata, ini juga produk asli Indonesia, loh. Berdiri sejak 1979, Eiger pernah menerima penghargaan dari pemerintah pada 1992.
Karena kualitasnya yang tingkat dunia, brand ini sudah bisa ditemukan di luar negeri, seperti Jepang, Lebanon, Malaysia, dan Filipina.
4. Buccheri
Brand yang menjual berbagai macam alas kaki ini memang terdengar seperti berasal dari Eropa, ya. Padahal, nama “Buccheri” diambil dari ketiga nama pendirinya, yaitu Budi, Ediansyah, dan Hery.
Mereka adalah saudara kandung yang berasal dari Makassar dan mulai membuat produk ini pada 1980 . Sekarang Buccheri tak hanya terkenal di dalam negeri, tetap juga di luar negeri.
5. Erigo
Didirikan pada 2010, brand ini dulunya bernama Selected and Co dan berfokus pada produksi batik kasual.
Namun, setelah rebranding menjadi Erigo, sejak 2013 pemiliknya, Muhammad Sadad, mulai gencar memasarkan produknya ke pasar internasional. Apalagi konsep produknya juga berubah, yaitu pakaian street style yang kekinian.
Pada 2022 lalu, Erigo muncul di New York Fashion Week 2022 dan mulai dilirik pasar dunia.
Baca juga: Workshop dan Diskusi Eksklusif: Dorong Produk IKM untuk Ekspor Menembus Pasar Global
Produk Manufaktur Indonesia yang Mendunia
1. GT Radial
Merek ban produksi PT. Gajah Tunggal yang sudah ada 1951 ini, awalnya berkolaborasi dengan Jepang Inoue Rubber Company untuk membuat ban sepeda motor.
Namun, karena kualitasnya yang tinggi, GT Radial kemudian dikenal sebagai produsen ban kendaraan terbaik di Indonesia. Lalu, pada 1993 mereka menembus pasar luar negeri dan berhasil ekspor ke 80 negara di empat benua, yaitu Asia, Amerika, Australia, dan Eropa.
2. Krisbow
Tak hanya nama yang terkesan dari luar negeri, produk -produk dari Krisbow memiliki kualitas sehingga sering dianggap sebagai produk luar negeri.
Kenyataannya, Krisbow adalah anak perusahaan Grup Kawan Lama yang sudah berdiri sejak 1988. Namanya diambil dari nama pendirinya yaitu Krisnandi Wibowo.
Pada 2017, Krisbow sudah memiliki 10.000 produk dengan jaringan distributor yang tersebar di berbagai negara di Asia Tenggara.
3. Terry Palmer
Banyak orang mengira kalau Terry Palmer adalah produk handuk dari luar negeri. Namun, kalau melihat perusahaan yang memproduksinya, yaitu PT Indah Jaya, barulah diketahui kalau ini produk handuk asli Indonesia yang memang sudah mendunia.
Didirikan pada tahun 1962, Nama “Palmer” diambil dari gabungan kata “Pal-Merah”, yaitu lokasi pendirian pabrik pertama produk ini. Pada 1988, PT Indah Jaya mulai melakukan ekspor dan menembus pasar Eropa.
Pada 1992, perusahaan membuka pabrik baru di Tangerang dan juga mulai mengekspor produknya ke Jepang.
4. Paseo
Karena merek tisu ini sering ditemukan di luar negeri, banyak yang mengira Paseo merupakan produk luar yang masuk ke pasar Indonesia. Padahal, kenyataannya adalah sebaliknya.
Paseo diproduksi oleh Asian Paper and Pulp, anak perusahaan Sinar Mas. Saat ini, produknya sudah diekspor hingga ke 65 negara, termasuk Amerika Serikat dan Selandia Baru.
5. Polygon
Siapa yang sepedanya merek Polygon? Ternyata, sepeda ini produksi asli Indonesia, tepatnya dari Sidoarjo, yang sudah berdiri sejak 1989.
Namun, karena bisa menciptakan inovasi luar biasa, Polygon bahkan menjadi sepeda andalan para atlet terkemuka di seluruh dunia.
Salah satu inovasi terkenal dari merek ini adalah pencetus Floating Suspension System, yang saat ini menjadi andalan sepeda gunung jenis MTB.
6. Essenza
Merek keramik yang terkenal ini juga merupakan produksi Indonesia, yang didirikan oleh PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk. sejak 1993.
Selain di dalam negeri, Essenza juga terkenal di luar negeri karena sudah mengekspor produk-produknya hingga ke berbagai negara Asia, Amerika, Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika.
Baca juga: Pahami transformasi proses produksi skala menengah untuk menembus pasar luar negeri dalam apa itu manufaktur dan panduan UMKM naik kelas.
Elektronik
1. Polytron
Mampu bersaing dengan produk-produk Jepang atau China, membuat Polytron sering dianggap sebagai produk luar negeri.
Didirikan pada 1976 oleh Hartono bersaudara, pemilik Grup Djarum, Polytron awalnya bekerja sama dengan Salora dan Philips. Namun, mereka akhirnya bisa meluncurkan produk pertamanya, yaitu televisi hitam putih, pada 1979.
Pada 2000, Polytron lalu memperluas produknya hingga audio, kulkas, mesin cuci, dan peralatan elektronik lainnya. Lalu, mereka memutuskan untuk melakukan ekspor ke 40 negara, seperti India, Qatar, Spanyol, Amerika, dan masih banyak lagi.
Banyaknya produk Indonesia yang mendunia jadi bukti kalau kualitas produk-produk dalam negeri tidak kalah dengan luar negeri. Termasuk juga produk dari bisnis yang kamu jalankan.

Keuntungan Strategis, Risiko Ekspansi, dan Tata Kelola
Memperluas distribusi ke rantai pasok internasional memberikan keunggulan kompetitif sekaligus tantangan kepatuhan yang ketat bagi perusahaan domestik.
- Keuntungan Strategis Ekspansi:
- Diversifikasi risiko terhadap fluktuasi daya beli pasar domestik.
- Peningkatan margin laba bersih melalui pemanfaatan selisih kurs valuta asing.
- Penguatan valuasi merek serta kredibilitas usaha di hadapan perbankan dan investor institusi.
- Risiko dan Hambatan Perdagangan:
- Hambatan tarif dan non-tarif (non-tariff barriers), termasuk batasan residu kimia dan regulasi label kemasan.
- Ketidakpastian biaya kargo kapal laut (freight rate) dan potensi keterlambatan izin kepabeanan (customs clearance).
- Kerugian finansial akibat selisih pencatatan inventaris dan piutang dagang lintas wilayah.
- Tata Kelola dan Solusi Terintegrasi: Mitigasi risiko ekspor mewajibkan pemilik bisnis memiliki visibilitas penuh terhadap perputaran stok gudang, pencatatan transaksi terpadu, dan pengelolaan pesanan multi-kanal yang terbebas dari kesalahan manusia (human error).
Solusi Bisnis: Kelola katalog transaksi digital, pencatatan pesanan otomatis, dan operasional penjualan multi-channel tanpa hambatan melalui solusi e-commerce terintegrasi Labamu.
Praktik Terbaik Standardisasi Operasional Bisnis
Disiplin Finansial dan Rantai Pasok Terstandarisasi
Standarisasi operasional dimulai dari penerapan metode First In, First Out (FIFO) pada sistem pergudangan guna menjaga kualitas serta umur simpan komoditas ekspor. Dari aspek keuangan, arus kas operasional harus dipisahkan dari kas personal, didukung rekonsiliasi harian otomatis untuk menjaga likuiditas modal kerja saat memproses pesanan berskala besar (Purchase Order).
Baca juga: Simak studi kasus keberhasilan pelaku usaha lokal menembus pasar ritel regional dalam cerita sukses ekspor Warung Almatiinu ke Singapura.
Akselerasi Jaringan Distribusi dan Kemitraan Ekosistem
Ekspansi internasional memerlukan pemahaman mendalam terkait aturan kontrak dagang (Incoterms seperti FOB dan CIF), perizinan ekspor melalui sistem OSS-RBA, serta kemitraan logistik terpercaya. Bergabung ke dalam ekosistem bisnis mempercepat transfer wawasan teknis seputar negosiasi dengan pembeli (buyer) asing dan prosedur kepabeanan.
Baca juga: Perluas jaringan kemitraan dagang dan wawasan ekspor Anda dengan bergabung di LabamuHub untuk tumbuh bersama go international.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Apa syarat utama produk Indonesia bisa menembus pasar ekspor?
Syarat utama meliputi legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan hak akses kepabeanan, sertifikasi standar mutu resmi (seperti HACCP, US FDA, atau ISO), kepatuhan kode HS produk, dan sistem pencatatan operasional yang transparan.
- Mengapa beberapa brand asli Indonesia sering dikira merek luar negeri?
Brand seperti Polytron, Polygon, dan The Executive mengadopsi penamaan fonetik universal serta standar manufaktur berpresisi tinggi untuk mempermudah penetrasi dan penerimaan merek di pasar ritel internasional.
- Apakah UMKM kuliner dapat langsung mengekspor produk pangan olahan?
Bisa, asalkan produk memiliki masa kedaluwarsa panjang melalui teknologi sterilisasi kemasan (seperti retort atau sistem vakum), mengantongi izin edar BPOM, serta lolos pengujian laboratorium nutrisi yang disyaratkan negara tujuan.
- Bagaimana sistem kasir digital membantu persiapan bisnis menuju ekspor?
Sistem kasir digital (POS) memantau perputaran stok barang secara real-time, meniadakan kebocoran kasir, dan menyusun laporan laba-rugi otomatis yang valid sebagai syarat kelayakan audit perbankan saat mengajukan kredit modal kerja ekspor.
Nah, cara agar bisnis bisa terus bertumbuh, kamu bisa mendapatkan bantuan dari aplikasi Labamu. Ada berbagai fitur yang bisa kamu gunakan untuk membantu kelancaran bisnis, seperti Pos Kasir, Order Management, Laporan, hingga Karyawan.
Jadi, segera download aplikasi Labamu di Google Play atau App Store untuk kemudahan dalam menjalankan usaha!


