Labamu

B2B Tech Asia Expo 2026: Saat Bisnis F&B dan Manufaktur Beralih ke Sistem Terhubung

Share the Post:
Situasi booth Labamu di B2B Tech Asia

Cara bisnis F&B dan manufaktur di Indonesia beroperasi sedang memasuki babak baru. Pengelolaan dapur, perencanaan produksi, hingga penjualan daring kini bergerak menuju satu sistem yang saling terhubung. Pergeseran inilah yang menjadi sorotan di B2B Tech Asia Expo 2026, pameran software bisnis B2B terbesar pertama di Indonesia, yang berlangsung 1-2 Juli 2026 di AXA Tower, Kuningan City Grand Ballroom, Jakarta.

Pameran yang Fokus Penuh pada Solusi Software Bisnis

B2B Tech Asia Expo 2026 hadir dengan tagline “The Dawn of Asia’s B2B Tech Mega Market” dan menjadi satu-satunya pameran di Indonesia yang berfokus 100% pada solusi software dan SaaS. Lebih dari 3.000 pengambil keputusan dari berbagai industri hadir untuk menjelajahi inovasi teknologi terkini, mulai dari kecerdasan buatan, otomasi, cloud computing, hingga sistem enterprise seperti ERP dan CRM.

Area pameran dibagi menjadi 10 zona departemen khusus, dirancang agar setiap pengunjung dapat menemukan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka secara langsung dan efisien. Format ini menjadikan pameran terasa fokus, karena setiap pengunjung dapat langsung menuju kategori solusi yang relevan dengan perannya, mulai dari operasional, keuangan, hingga pemasaran.

Mengapa Sistem Terhubung Menjadi Kebutuhan Baru

Selama bertahun-tahun, banyak bisnis F&B dan manufaktur menjalankan operasional mereka melalui beberapa alat yang terpisah. Pencatatan penjualan, pengelolaan stok, perencanaan produksi, dan pembukuan sering berjalan sendiri-sendiri. Ketika bisnis tumbuh, koordinasi antaralat inilah yang justru menyita waktu dan membuka ruang bagi ketidaksesuaian data.

Kebutuhan akan sistem terhubung muncul dari sini. Dengan operasional yang berjalan pada satu sumber data, pemilik bisnis memperoleh gambaran yang lebih utuh, mulai dari apa yang terjual, berapa bahan yang tersisa, hingga bagaimana arus pesanan bergerak. Inilah arah yang terlihat jelas di sepanjang B2B Tech Asia Expo 2026, dan menjadi tema yang menyatukan banyak solusi yang dipamerkan.

Dari Dapur Restoran hingga Lini Produksi: Solusi yang Semakin Terhubung

Salah satu tren yang terlihat jelas di pameran ini adalah kebutuhan bisnis akan sistem yang menyatukan operasional dari hulu ke hilir. Restoran ingin dapur, meja, dan pembayaran berjalan dalam satu alur. Produsen ingin perencanaan, material, dan penjualan daring saling terhubung. Kebutuhan inilah yang Labamu jawab lewat dua solusi yang ditampilkan di pameran.

Restaurant Management System (RMS)

Untuk pelaku usaha F&B, Labamu menghadirkan Restaurant Management System yang mencakup manajemen tagihan (split bill), manajemen pembayaran, manajemen hidangan (course management), manajemen dapur (kitchen management), hingga manajemen meja (table management). Sistem ini dirancang untuk restoran independen, cloud kitchen, dan jaringan F&B multi-outlet yang ingin menghadirkan layanan lebih cepat dan terkoordinasi.

Dalam praktiknya, sistem seperti ini membantu tim dapur dan kasir bekerja dari informasi yang sama. Pesanan yang masuk langsung mengalir ke dapur, status pembayaran tercatat rapi, dan pengelolaan meja menjadi lebih tertata pada jam-jam sibuk.

Labamu Manufacturing

Untuk pelaku usaha manufaktur, Labamu Manufacturing hadir sebagai solusi ERP yang mengintegrasikan pemesanan, perencanaan produksi, kalkulasi material, pengelolaan inventaris, pergudangan, distribusi, hingga pelaporan dalam satu sistem terhubung, mulai dari perencanaan hingga eksekusi. Ekosistem ERP ini dikembangkan bersama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) untuk menjawab tantangan yang dihadapi produsen furnitur di Indonesia. Solusi ini cocok untuk bisnis manufaktur, merek furnitur, serta bisnis distribusi dan perdagangan yang ingin memperluas jangkauan ke e-commerce B2B maupun B2C.

Dengan seluruh proses berjalan pada satu sistem, produsen dapat mengetahui biaya produksi yang sesungguhnya sebelum menerima pesanan, menjaga ketersediaan bahan, dan menelusuri setiap tahap dari permintaan hingga pengiriman secara lebih terukur.

Pandangan dari Panggung Utama

Selain memamerkan solusi di stan, Labamu juga hadir di panggung utama. Dua pendiri Labamu, Emmanuel van de Geer dan Kamal Shivdasani, berbagi pandangan tentang bagaimana ERP dan kecerdasan buatan mulai mengubah cara bisnis ritel dan F&B mengambil keputusan. Ulasan lengkap sesi tersebut dapat dibaca pada artikel terpisah.

Baca Juga: ERP dan AI Ubah Cara Bisnis Ritel Ambil Keputusan

Menyaksikan Arah Baru Operasional Bisnis

B2B Tech Asia Expo 2026 terbuka untuk para profesional, pelaku industri, dan eksekutif bisnis secara gratis. Bagi yang ingin melihat langsung bagaimana sistem terhubung mengubah cara bisnis F&B dan manufaktur beroperasi, pameran ini menjadi tempat yang tepat untuk memulai. Kunjungi stan Labamu di AXA Tower dan konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim kami.

Informasi lebih lanjut tentang solusi Labamu tersedia di labamu.co.id.