Seperti yang disebutkan dalam laman J&J Global Fulfilment, puncak penjualan seperti momen Lebaran sering kali menjadi moment of truth yang memperlihatkan apakah sebuah bisnis sudah siap berkembang atau belum. Lonjakan permintaan, pesanan yang membludak, hingga peluang keuntungan berlipat sudah tampak di depan mata. Namun, tanpa strategi yang efisien, semua itu justru bisa berubah menjadi masalah serius. Karena itu, penting bagi pelaku usaha memahami kesalahan apa saja yang sering terjadi saat peak season. Yuk, simak 10 kesalahan UMKM saat Lebaran agar kamu bisa menghindarinya!
10 Kesalahan UMKM Saat Lebaran yang Harus Dihindari

Banyak UMKM sebenarnya sudah bekerja keras agar tidak melewatkan golden period selama momen Lebaran. Namun, kurangnya persiapan dan kesalahan operasional bisa membuat bisnis kehilangan potensi keuntungan. Berikut adalah kesalahan yang paling sering terjadi dan penting untuk kamu antisipasi sejak awal.
1. Salah Mengelola Stok Barang
Lonjakan permintaan saat musim Lebaran bisa menimbulkan masalah stok jika tidak direncanakan dengan matang. Banyak UMKM kehabisan produk justru ketika pelanggan sedang ramai-ramainya membeli. Di sisi lain, ada juga yang terlalu banyak menyetok barang sehingga modalnya tertahan di gudang setelah Lebaran usai.
Kesalahan ini biasanya terjadi karena prediksi penjualan hanya berdasarkan perkiraan, bukan data. Padahal, pengelolaan stok saat peak season membutuhkan pemantauan yang lebih dinamis agar tidak mengganggu arus kas maupun membuat bisnis kehilangan peluang penjualan.
2. Meremehkan Perubahan Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen saat Lebaran berbeda dari hari biasa. Produk tertentu yang sebelumnya biasa saja bisa tiba-tiba menjadi favorit karena kebutuhan hadiah, hampers, atau promo musiman. Banyak pelaku UMKM tidak menyadari perubahan ini sehingga stok produk populer cepat habis, sementara barang lain justru menumpuk.
Ketika kecepatan perputaran barang tidak dipantau dengan baik, efeknya bisa berantai. Mulai dari kehilangan penjualan, biaya penyimpanan meningkat, hingga restock darurat yang lebih mahal.
3. Proses Operasional Tidak Efisien
Saat pesanan meningkat, banyak bisnis langsung menambah tenaga kerja. Padahal, menambah orang tanpa memperbaiki sistem kerja belum tentu menyelesaikan masalah.
Proses manual yang berlebihan justru rentan menyebabkan kesalahan seperti pesanan tertukar atau terlambat diproses sehingga mengecewakan pelanggan. Maka, dalam hal ini, solusi yang lebih efektif adalah dengan memperbaiki alur kerja dan mengoptimalkan proses operasional dengan bantuan teknologi.
4. Kekurangan Tenaga Kerja Saat Permintaan Melonjak
Sebaliknya, ada pula UMKM yang tidak menyiapkan tambahan tenaga kerja sama sekali karena berpikir masih bisa ditangani oleh staf yang ada. Padahal, mencari karyawan tambahan dalam waktu singkat sering kali sulit, apalagi saat banyak bisnis lain juga merekrut pekerja musiman.
Akibatnya, pelayanan menjadi tidak maksimal, kesalahan meningkat, dan pengalaman pelanggan menurun. Oleh karena itu, bisnis sebaiknya sudah menyiapkan strategi perekrutan tenaga sementara serta memastikan sistem kerja cukup jelas agar staf baru bisa cepat beradaptasi.
5. Terlalu Banyak Memberikan Diskon Tanpa Perhitungan
Banyak pelaku usaha tergoda memberikan potongan harga besar karena mengikuti kompetitor atau ingin cepat menarik pembeli. Diskon memang menjadi strategi populer saat Lebaran, tetapi tanpa perhitungan matang strategi ini justru bisa merugikan.
Sekilas bisnis terlihat ramai dan angka penjualan meningkat tajam, namun sebenarnya profit yang dihasilkan sangat tipis.
6. Mengabaikan Strategi Marketing
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah hanya mengandalkan satu kanal pemasaran saja atau mempromosikan produk secara tidak konsisten. Ada bisnis yang hanya aktif posting ketika ingat, atau sepenuhnya bergantung pada rekomendasi pelanggan lama.
Padahal, saat peak season, persaingan brand semakin ketat. Jika bisnis jarang muncul di hadapan audiens, pelanggan akan lebih mudah mengingat kompetitor yang lebih aktif dan konsisten berkomunikasi.
7. Pengiriman Lambat Saat Peak Season

Lonjakan pengiriman saat Lebaran memang membuat layanan ekspedisi lebih sibuk dari biasanya. Namun bagi pelanggan, pengalaman belanja tetap melekat pada brand tempat mereka membeli.
Karena itu, pelaku usaha perlu mengantisipasi risiko ini dengan memilih mitra logistik yang andal serta memberikan estimasi pengiriman yang realistis kepada pelanggan.
8. Mengabaikan Feedback Pelanggan
Saat pesanan terus berdatangan, banyak bisnis fokus mengejar operasional hingga lupa mendengarkan pelanggan. Padahal komentar, review, dan komplain pelanggan adalah sumber evaluasi paling jujur.
Mengabaikan feedback, bukan cuma menggerus kepercayaan pelanggan, tapi juga membuat bisnis kehilangan kesempatan memperbaiki layanan sekaligus membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.
9. Manajemen Keuangan yang Berantakan
Penjualan meningkat sering membuat pelaku usaha merasa bisnisnya aman, padahal kondisi keuangan belum tentu sehat. Tanpa pencatatan anggaran yang jelas dan pemantauan arus kas, pengeluaran bisa membengkak tanpa disadari.
Selain itu, masih banyak pelaku UMKM yang masih mencampur keuangan pribadi dan bisnis sehingga sulit sekali mengetahui keuntungan sebenarnya. Akibatnya, setelah musim ramai berakhir, bisnis justru mengalami kekurangan dana operasional.
10. Tidak Mencatat Transaksi dan Pesanan Secara Rapi
Kesalahan terakhir yang sangat sering terjadi adalah pencatatan transaksi yang tidak terorganisir. Pesanan yang dicatat manual berisiko terlewat, salah input, atau bahkan hilang.
Selain membuat pelanggan kecewa, bisnis juga kehilangan data penting untuk menganalisis performa penjualan. Padahal riwayat transaksi adalah insight berharga untuk menentukan strategi setelah Lebaran.
Untungnya, sekarang kamu bisa memanfaatkan fitur Manajemen Pesanan dari Labamu untuk mengecek, menerima, memproses, hingga menyelesaikan pesanan hanya dari satu aplikasi.
Dengan begitu, proses jadi lebih cepat, human error berkurang, dan kamu bisa mengantongi data penjualan yang bisa digunakan sebagai insight berharga untuk mengembangkan strategi bisnis berikutnya. Tunggu apa lagi?
Buruan download aplikasi Labamu lewat Google Play atau App Store sekarang juga!


