Labamu

Overstock adalah: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Share the Post:

Overstock adalah istilah yang memiliki kaitan erat dengan manajemen gudang. Banyak pelaku bisnis sering terjebak dalam kondisi ketika jumlah barang yang ada di gudang jauh melampaui permintaan pasar. 

Kondisi ini tidak hanya memakan ruang simpan, tetapi juga menyerap modal kerja yang seharusnya bisa diputar untuk kebutuhan lainnya. Memahami bahwa overstock adalah ancaman tersembunyi bagi kesehatan finansial bisnis jadi langkah awal yang krusial bagi setiap pemilik usaha.

Lalu, apa itu overstock? Apa penyebabnya? Bagaimana cara mengatasinya, terutama pada momen Ramadan? Simak informasi lengkapnya di sini, ya!

Apa Itu Overstock? 

Secara general, overstock adalah kondisi saat stok barang yang tersedia di gudang atau ruang penyimpanan melebihi jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Fenomena ini terjadi ketika laju pengadaan barang tidak sebanding dengan laju penjualan.

Overstock sering kali dianggap sebagai “modal mati”. Ini karena uang perusahaan tertanam dalam bentuk barang fisik yang tidak segera berubah kembali menjadi kas. Dalam jangka panjang, tumpukan barang tersebut bisa mengalami penurunan nilai, rusak, atau bahkan kedaluwarsa sebelum sempat terjual.

Penyebab Overstock

Overstock adalah kondisi yang tidak terjadi karena satu hal saja. Ada beberapa kekeliruan dalam manajemen rantai pasok karena minimnya pertimbangan dan strategi, yaitu: 

  • Prediksi permintaan tidak akurat: Kesalahan dalam prediksi tren pasar atau minat konsumen sehingga membeli barang terlalu banyak.
  • Takut kehabisan stok (stockout): Rasa khawatir kehilangan pelanggan membuat pemilik usaha melakukan pembelian produk berlebihan secara sengaja sebagai cadangan.
  • Pembelian dalam jumlah besar demi mendapat diskon: Tergiur harga grosir yang murah dari supplier tanpa menghitung kecepatan perputaran barang tersebut.
  • Manajemen inventaris buruk: Kurangnya sistem pencatatan terintegrasi sehingga tidak mengetahui jumlah stok nyata yang masih tersedia.
  • Pembatalan pesanan secara mendadak: Adanya pesanan besar dari pelanggan yang dibatalkan saat barang sudah terlanjur diproduksi atau dibeli.
  • Perubahan tren yang cepat: Barang yang awalnya populer tiba-tiba kehilangan peminat karena adanya tren baru atau produk kompetitor yang lebih baik.

Dampak Overstock bagi Kelangsungan Bisnis

Banyak pelaku usaha menganggap overstock adalah hal sepele dibandingkan stok kurang. Padahal, dampak yang ditimbulkan bisa sangat sistemik dan merusak struktur keuangan bisnis dalam waktu singkat. 

Tanpa pengelolaan yang tepat, tumpukan barang di gudang akan menjadi beban yang menghambat fleksibilitas bisnis untuk berkembang. Berikut dampak yang dirasakan bisnis akibat overstock:

1. Masalah Aliran Kas

Dampak yang paling langsung terasa adalah terganggunya arus kas. Modal yang seharusnya bisa digunakan untuk membayar gaji staf, biaya pemasaran, atau pengembangan produk justru tertahan dalam bentuk barang di gudang. 

Jika sebagian besar modal “tidur” di rak penyimpanan, bisnis akan kesulitan memenuhi kewajiban finansial jangka pendek lainnya.

2. Peningkatan Biaya Penyimpanan 

Semakin banyak barang yang kamu simpan, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan. Ini mencakup biaya sewa gudang, tagihan listrik (terutama untuk produk yang butuh pendingin), biaya asuransi, hingga upah tenaga kerja ekstra untuk perawatan dan menata barang tersebut. Overstock secara otomatis meningkatkan biaya operasional tanpa memberikan jaminan pendapatan.

3. Risiko Kerusakan dan Kedaluwarsa Produk

Barang yang mengendap terlalu lama di gudang memiliki risiko kerusakan fisik yang tinggi, entah karena debu, lembap, atau penanganan yang salah. Bagi bisnis di sektor makanan, minuman, atau kosmetik, overstock adalah mimpi buruk karena produk bisa lewat masa kedaluwarsa sebelum sempat dipasarkan, yang berujung pada kerugian total karena barang harus dibuang.

4. Penurunan Nilai Jual

Pada industri seperti fashion atau teknologi, tren berubah dalam waktu singkat. Barang yang saat ini sedang dicari bisa menjadi usang dalam durasi cepat. Jika mengalami overstock pada barang musiman, kamu harus melakukan diskon besar atau cuci gudang dengan margin yang sangat tipis, bahkan rugi hanya agar barang tersebut keluar dari gudang.

Cara Mengatasi Overstock, Terutama saat Ramadan

Menghadapi momen besar seperti Ramadan dan Lebaran, risiko overstock meningkat karena optimisme penjualan yang tinggi. Jika tidak hati-hati, kamu bisa terjebak dengan sisa stok melimpah setelah hari raya berakhir. 

Perlu strategi cerdas untuk menyeimbangkan ketersediaan barang dengan permintaan musiman yang fluktuatif. Ini beberapa cara mengatasi dan mencegah kelebihan stok:

1. Audit Stok secara Berkala

Lakukan pengecekan fisik barang (stock opname) secara rutin untuk mencocokkan data di catatan dengan kondisi asli di gudang. Dengan begitu, kamu bisa mengidentifikasi mana barang yang lambat terjual. Segera buat rencana untuk menghabiskan stok tersebut sebelum menambah pesanan baru.

2. Gunakan Strategi Diskon dan Bundling

Jika sudah terlanjur terjadi overstock, cara tercepat adalah melakukan promosi. Gunakan strategi bundling dengan gabungan produk stok banyak dengan produk sedang laris. Menjelang Ramadan, kamu bisa mengemas menjadi paket parsel atau hampers menarik agar barang keluar lebih cepat tanpa terlihat seperti sedang cuci gudang.

3. Terapkan Sistem “First In, First Out” (FIFO)

Pastikan barang yang pertama kali masuk ke gudang adalah barang pertama kali dijual. Hal ini sangat krusial untuk mencegah barang tertimbun hingga kedaluwarsa. Penataan gudang yang rapi dan sistematis akan memudahkan kamu mengontrol alur keluar masuk barang dengan lebih akurat.

4. Gunakan Data Penjualan

Jangan melakukan pemesanan hanya berdasarkan intuisi. Lihat kembali data penjualan tahun lalu pada periode yang sama. Dengan data yang akurat, kamu bisa memperkirakan berapa stok yang dibutuhkan selama Ramadan hingga Lebaran, sehingga risiko pesan barang secara berlebihan dapat diminimalisir.

Optimalkan Produksi dan Stok dengan Labamu

Mengelola stok agar tidak terjadi overstock adalah hal yang membutuhkan ketelitian tingkat tinggi, terutama bagi yang memproduksi barang sendiri. Untuk membantu bisnis naik kelas, aplikasi kasir Labamu hadir dengan solusi cerdas melalui fitur Manajemen Manufaktur

Fitur ini sangat cocok bagi pelaku usaha produksi atau pengolahan yang ingin memantau stok secara end-to-end. Melalui fitur ini, kamu dapat:

  • Lacak stok bahan baku: Mengetahui sisa bahan baku secara real-time sehingga tidak melakukan pembelian berlebih.
  • Atur proses produksi: Pantau alur dari bahan mentah menjadi barang jadi lebih terorganisir.
  • Efisiensi biaya produksi: Bantu menghitung harga pokok produksi secara akurat untuk menjaga margin keuntungan tetap sehat.
  • Sinkronisasi inventaris: Data stok barang akan otomatis terupdate setiap kali terjadi penjualan di aplikasi kasir.

Ingin kontrol stok dan produksi yang lebih akurat? Pakai Labamu dan pastikan bisnis berjalan lebih produktif tanpa beban overstock!