Strategi omnichannel kini bukan lagi konsep yang hanya relevan bagi perusahaan besar. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital, bisnis kecil dan menengah juga perlu beradaptasi agar tetap kompetitif.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu investasi besar atau teknologi rumit untuk memulainya. Dengan pendekatan yang tepat, strategi omnichannel justru bisa menjadi cara paling hemat biaya untuk meningkatkan layanan pelanggan sekaligus menjaga profitabilitas usaha.
Banyak UKM di Indonesia masih mengandalkan marketplace dan super app untuk menjangkau pelanggan. Cara ini memang efektif untuk visibilitas, tetapi sering kali memotong margin karena komisi, biaya layanan, hingga ongkos iklan.
Di sinilah pentingnya membangun kanal milik sendiri dan mengelola pengalaman pelanggan secara lebih terintegrasi.
Untuk membantu UKM memahami dan menerapkan pendekatan ini, Labamu menghadirkan sebuah panduan praktis yang dirancang khusus bagi kebutuhan bisnis skala kecil dan menengah.
Strategi Omnichannel Hemat Biaya untuk UKM
Ketika mendengar istilah omnichannel, banyak pelaku usaha langsung membayangkan sistem mahal, integrasi kompleks, dan kebutuhan tim IT yang besar. Padahal, esensi dari strategi omnichannel jauh lebih sederhana.
Intinya adalah bagaimana kamu memberikan pengalaman belanja yang konsisten dan nyaman di berbagai kanal, baik online maupun offline. Apalagi pelanggan modern tidak lagi berpikir dalam batasan “toko fisik” atau “toko online”.
Mereka bisa mencari produk lewat media sosial, bertanya melalui chat, melakukan pembayaran digital, lalu mengambil barang langsung di toko. Semua ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Jika bisnis kamu mampu mengikuti pola tersebut, kamu sebenarnya sudah berada di jalur omnichannel.
Masalahnya, banyak UKM merasa ragu untuk memulai karena khawatir biaya operasional akan meningkat. Padahal, dengan model yang tepat, omnichannel justru dapat menekan biaya.
Salah satu contoh paling relevan adalah sistem “Buy Online, Pick Up In Store” atau “Beli Online, Ambil di Toko”. Pendekatan ini memungkinkan pelanggan memesan produk secara digital, tetapi mengambilnya langsung di lokasi fisik.
Dari sisi pelanggan, ini menghemat ongkir dan memberikan kepuasan instan. Dari sisi bisnis, kamu bisa mengurangi beban logistik last mile, meningkatkan traffic ke toko, dan membuka peluang pembelian tambahan saat pelanggan datang.
Inilah alasan mengapa strategi omnichannel tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan aset yang sudah kamu miliki, seperti stok barang, toko fisik, dan kanal komunikasi digital, kamu bisa menciptakan pengalaman belanja yang lebih modern tanpa lonjakan biaya besar.
Mengapa UKM Perlu Bergerak Sekarang?

Perubahan perilaku pelanggan tidak menunggu kesiapan bisnis. Konsumen sudah terbiasa dengan kemudahan digital, pembayaran nontunai, dan fleksibilitas pengambilan atau pengiriman barang.
Jika bisnis kamu belum mengikuti pola ini, ada risiko kehilangan relevansi.
Keunggulan UKM sebenarnya terletak pada fleksibilitas. Dibanding perusahaan besar, kamu dapat bergerak lebih cepat, melakukan eksperimen, dan menyesuaikan proses tanpa birokrasi panjang. Strategi omnichannel yang hemat biaya sangat cocok dengan karakter ini.
Selain itu, manfaatnya sering kali terasa lebih cepat daripada yang dibayangkan. Peningkatan traffic toko, pembelian impulsif saat pickup, dan efisiensi logistik dapat langsung berdampak pada arus kas usaha.
Omnichannel bukan lagi sekadar tren, tetapi ekspektasi pasar. UKM yang mulai lebih awal memiliki peluang lebih besar untuk membangun loyalitas pelanggan sebelum kompetitor menyusul.
Strategi Omnichannel sebagai Fondasi Pertumbuhan
“Beli Online, Ambil di Toko” bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk menuju ekosistem omnichannel yang lebih matang. Setelah model ini berjalan stabil, UKM dapat memperluas layanan secara bertahap sesuai kapasitas bisnis.
Beberapa pengembangan yang realistis antara lain:
1. Pengiriman dari Toko (Ship from Store). Pesanan online dipenuhi langsung dari stok toko terdekat. Ini mempercepat waktu pengiriman sekaligus mengurangi kebutuhan gudang terpusat.
2. Same Day Delivery. Dengan ekosistem kurir berbasis motor yang sudah mapan di Indonesia, layanan pengiriman cepat menjadi jauh lebih mudah diakses, bahkan bagi bisnis kecil.
3. Reserve Online, Try In-Store. Model ini sangat efektif untuk produk fashion atau lifestyle. Pelanggan bisa memastikan ketersediaan barang sebelum datang, sedangkan bisnis dapat menekan risiko retur.
4. Integrasi Loyalitas dengan Pickup. Program diskon atau reward khusus untuk pengambilan di toko dapat mendorong repeat order sekaligus meningkatkan engagement pelanggan.
Semua langkah ini dapat dilakukan secara bertahap tanpa investasi besar. Kuncinya adalah memulai dari model yang paling sederhana dan berdampak cepat.
Launching eBook Omnichannel dari Labamu

Memahami potensi besar tersebut, Labamu meluncurkan ebook Omnichannel yang dirancang khusus untuk membantu UKM membangun strategi omnichannel secara realistis dan hemat biaya.
Ebook ini bukan sekadar teori, tetapi panduan praktis yang bisa langsung kamu terapkan dalam operasional bisnis sehari-hari. Salah satu fokus utama dalam ebook ini adalah bagaimana UKM dapat bersaing lebih efektif tanpa harus meniru model perusahaan besar.
Alih-alih mengejar teknologi canggih yang mahal, kamu diajak untuk mengoptimalkan proses, alur kerja, dan pemanfaatan tools yang terjangkau.
Ebook ini menjelaskan bahwa strategi omnichannel bukan tentang menjadi “sempurna di semua kanal”, melainkan tentang menciptakan pengalaman yang relevan dan efisien bagi pelanggan. Dengan pendekatan ini, bisnis kecil pun dapat terlihat profesional, responsif, dan modern.
Di dalamnya, kamu akan menemukan pembahasan mengenai:
- Mengapa model “Beli Online, Ambil di Toko” sangat cocok untuk UKM
- Tantangan umum seperti overselling dan cara mencegahnya
- Blueprint operasional sederhana tanpa sistem inventori mahal
- Studi kasus nyata dari berbagai jenis bisnis
- Quick wins yang bisa langsung meningkatkan performa usaha
Pendekatan yang digunakan dalam ebook ini sangat praktis. Kamu tidak dibebani istilah teknis yang rumit, melainkan diajak memahami konsep melalui contoh konkret yang dekat dengan realitas UKM di Indonesia.
Omnichannel Strategi untuk Bantu Kurangi Ketergantungan pada Platform Eksternal
Salah satu masalah terbesar yang sering dihadapi UKM adalah margin yang tergerus oleh biaya platform. Marketplace dan super app memang memberikan akses ke pasar luas, tetapi komisi penjualan bisa mencapai dua digit. Ditambah biaya iklan, profit bersih sering kali tidak sebanding dengan peningkatan omzet.
Strategi omnichannel yang cerdas tidak berarti meninggalkan platform besar, tetapi menggunakannya secara strategis. Marketplace dapat berfungsi sebagai saluran akuisisi pelanggan baru. Setelah pelanggan mengenal brand kamu, transaksi berikutnya dapat diarahkan ke kanal milik sendiri, seperti website atau WhatsApp bisnis.
Model ini membantu kamu mempertahankan margin sekaligus membangun hubungan langsung dengan pelanggan. Kamu memiliki kontrol lebih besar terhadap pengalaman belanja, promosi, hingga program loyalitas.
Ebook dari Labamu membahas pendekatan hybrid ini secara mendalam. Kamu akan memahami bagaimana menyeimbangkan visibilitas di platform besar dengan efisiensi di kanal internal. Dengan cara ini, bisnis tetap tumbuh tanpa tekanan biaya yang berlebihan.
Saatnya Memulai dengan Langkah yang Tepat!
Membangun strategi omnichannel tidak harus rumit atau mahal. Dengan pemahaman yang benar, kamu bisa memanfaatkan sumber daya yang sudah ada dan mengubahnya menjadi keunggulan kompetitif.
Di sinilah pentingnya memiliki panduan yang jelas, praktis, dan relevan dengan kondisi UKM di Indonesia.
Jika kamu ingin memahami cara menerapkan strategi omnichannel secara realistis, menghindari kesalahan umum, dan menemukan peluang efisiensi baru, ebook Omnichannel dari Labamu adalah titik awal yang tepat.
Panduan ini dirancang agar mudah dipahami, aplikatif, dan langsung bisa membantu kamu mengambil keputusan yang lebih cerdas untuk bisnis.Jangan menunggu sampai persaingan semakin ketat. Download sekarang ebook Omnichannel dari Labamu, lalu mulai bangun pengalaman belanja modern yang hemat biaya, efisien, dan siap membawa bisnis ke level berikutnya.


