Labamu

Jangan Asal Tebak! Ini Cara Mengetahui Produk Best Seller di Bisnismu

Share the Post:

Kamu mungkin pernah memperhatikan bahwa beberapa produk terjual begitu cepat tanpa perlu banyak usaha, sementara yang lain stoknya menumpuk karena kurang diminati. Perbedaan performa ini bukan hal kecil—memahaminya sangat penting untuk perkembangan bisnismu. Dengan mengetahui produk mana yang benar-benar menjadi best seller, kamu bisa mengatur stok dengan lebih tepat, memaksimalkan penjualan, dan mencegah produk kurang laku menghambat laju bisnismu. Dan kabar baiknya, cara menemukannya tidak serumit yang kamu bayangkan. Yuk, bahas langkah-langkahnya!

Apa Itu Best Selling Product?

Mengutip penjelasan Podbase, best seller—atau lebih tepatnya best selling product adalah produk yang mencapai penjualan tertinggi dalam suatu periode dan menjadi yang paling banyak dicari pelanggan. Keberhasilan ini bisa dipengaruhi banyak hal, mulai dari strategi pemasaran yang efektif, ulasan positif, rekomendasi dari pelanggan, hingga momentum yang pas.

A Global juga menambahkan bahwa produk yang menjadi best seller umumnya menjadi unggulan di pasar dan memberi kontribusi besar bagi keberhasilan bisnis. Hal ini terjadi karena produk tersebut mampu memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus menawarkan kualitas yang sebanding dengan harganya.

Tidak heran jika banyak pelaku usaha menjadikan best seller sebagai fokus utama, karena status ini mencerminkan tingginya minat pasar dan kuatnya posisi produk di tengah persaingan.

Kenapa Mengetahui Best Selling Product Penting bagi Bisnis?

Mengetahui produk mana yang menjadi best seller bukan hanya sekadar “mengamini” performa penjualan. Untuk alasan yang lebih besar, pengetahuan ini memberikan manfaat dan dampak yang lebih besar bagi bisnis. Berikut beberapa di antaranya.

1. Meningkatkan Pendapatan dan Profit

Best selling product identik dengan kemampuan sebuah produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan kualitas dan harga yang tepat, sehingga menjadi pilihan utama di pasar. Sementara bagi bisnis, penjualan yang tinggi memungkinkan bisnis memanfaatkan economies of scale yang menurunkan biaya produksi maupun operasional. Kombinasi ini menghasilkan profit yang lebih besar.

2. Menguatkan Brand dan Reputasi

Produk yang laris secara konsisten adalah bukti nyata bahwa pelanggan percaya pada kualitas sebuah brand. Kepercayaan ini mampu memperkuat citra merek dan meningkatkan daya saing bisnis di pasar yang padat kompetitor. Bahkan bisa menjadi keunggulan yang sulit ditandingi.

3. Memahami Preferensi dan Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Best seller mencerminkan apa yang paling dihargai pelanggan baik fitur, harga, maupun gaya produk. Ketika sebuah produk mampu memenuhi ekspektasi tersebut, kepuasan pelanggan meningkat dan hubungan dengan brand semakin kuat. Dari sini, pelanggan lebih mungkin kembali membeli dan menjadi loyal terhadap bisnismu.

4. Menangkap Tren dan Pola Musiman

Melacak penjualan produk dari waktu ke waktu membantu bisnis membaca tren pasar dan permintaan musiman. Misalnya, jenis produk tertentu mungkin lebih laku di musim tertentu. Dengan memahami pola ini, kamu bisa menyiapkan stok yang tepat dan menjalankan promosi yang lebih relevan.

5. Mengoptimalkan Stok dan Pengelolaan Inventaris

Data best seller membantu bisnis menentukan mana yang perlu diperbanyak dan mana yang perlu dibatasi. Produk yang terus habis menjadi sinyal untuk meningkatkan jumlah pesanan atau mempercepat restock. Optimalisasi ini mencegah kerugian akibat kehabisan barang maupun penumpukan produk yang kurang laku.

6. Mengevaluasi Strategi Harga

Best selling product juga memberi insight tentang apakah harga produk sudah sesuai dengan nilai yang dirasakan pelanggan. Misalnya, jika produk premium justru lebih laku daripada versi yang lebih murah, ini menunjukkan bahwa pelanggan mengutamakan kualitas. Informasi seperti ini penting untuk menyempurnakan strategi harga ke depan.

7. Memberi Arah dalam Pengembangan Produk Baru

Tren dari produk best seller juga dapat menjadi dasar dalam mengembangkan lini produk baru. Dengan mengikuti karakteristik produk yang sudah terbukti sukses misalnya bahan, konsep, atau segmen pelanggan risiko kegagalan peluncuran produk bisa diminimalisir.

Cara Mengidentifikasi Produk Best Seller

Pelaku bisnis yang menyediakan banyak pilihan produk pasti menyadari bahwa beberapa produk terjual sangat cepat, sebagian besar memiliki penjualan yang “biasa saja”, dan sisanya bahkan sulit bergerak karena kurang diminati. Namun, untuk mengidentifikasi mana yang benar-benar layak disebut best seller, kamu perlu melihat data dengan pendekatan yang lebih terukur.

1. Sell-Through Rate (STR)

Sell-Through Rate mengukur seberapa banyak produk terjual dalam periode tertentu dibandingkan total stok yang tersedia. Semakin tinggi STR, semakin cepat produk tersebut bergerak.

Namun, STR punya keterbatasan karena outputnya berupa rasio, dimana angka yang tinggi belum tentu menunjukkan volume penjualan yang besar. Karena itu, STR sebaiknya tidak digunakan sendirian, melainkan dipadukan dengan data jumlah penjualan dan profit untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.

2. Jumlah Penjualan (Quantity Sold)

Jumlah penjualan adalah ukuran absolut yang menunjukkan berapa banyak unit produk yang terjual dalam satu periode. Ini adalah langkah dasar untuk memilah produk tercepat dan terlambat terjual.

Kamu bisa memperkuat indikator ini dengan menghitung nilai penjualan (kuantitas × harga jual). Dengan begitu, kamu bisa melihat tidak hanya produk mana yang terjual banyak, tetapi juga mana yang memberikan nilai penjualan paling tinggi. Meskipun demikian, volume dan nilai penjualan belum memberi gambaran soal profit—karena itu perlu dilengkapi dengan analisis gross profit.

3. Product Gross Profit

Gross profit menunjukkan selisih antara harga jual dan biaya produk. Ketika gross profit dibagi harga jual, kamu mendapatkan gross margin, yaitu seberapa besar keuntungan tiap unit yang terjual. Produk dengan profit margin tinggi memberi keuntungan lebih besar bagi bisnis.

Karena itu, best selling product yang dianggap ideal adalah produk yang terjual dalam jumlah besar sekaligus memberikan margin keuntungan yang tinggi. Kombinasi keduanya membantu kamu mengidentifikasi produk yang benar-benar memberi dampak terbesar pada profit.

Cara Mengelola Produk Best Seller

Untuk memastikan produk best seller tidak hanya mampu mempertahankan performanya, tetapi juga terus memberikan kontribusi maksimal bagi pendapatan bisnis, kamu perlu mengelolanya dengan strategi yang tepat. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.

1. Pastikan Produk Selalu Tersedia

Produk best seller harus selalu siap dibeli karena stok kosong bisa langsung berujung pada hilangnya pendapatan dan turunnya kepuasan pelanggan. Pantau pergerakan stok secara berkala agar kamu bisa mengantisipasi lonjakan permintaan dan menjaga alur penjualan tetap stabil.

2. Bangun Social Proof yang Kuat

Ulasan positif, foto dari pelanggan, dan testimoni nyata memberikan dorongan signifikan bagi calon pembeli. Dorong pelanggan yang puas untuk berbagi pengalaman mereka karena hal ini meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas produk. Semakin banyak bukti sosial yang muncul, semakin mudah produk best seller mempertahankan daya tariknya.

3. Prioritaskan Pelanggan Loyal

Pelanggan setia adalah audiens paling responsif terhadap produk best seller. Maka, pastikan mereka selalu mendapat informasi terbaru. Kirimkan rekomendasi personal, update popularitas produk, atau pemberitahuan restock. Komunikasi yang relevan membuat mereka merasa dihargai sekaligus meningkatkan peluang pembelian berulang.

4. Perkuat Eksposur Melalui Marketing Campaign

Meskipun produk sudah laris, kamu tetap perlu terus menyebarkan pesan yang tepat agar visibilitasnya semakin tinggi. Gunakan berbagai kanal pemasaran untuk menyorot keunggulan produk dan alasan mengapa banyak orang menyukainya. Strategi pemasaran yang konsisten membantu menarik pembeli baru yang sebelumnya mungkin tidak sadar akan produk tersebut.

5. Pastikan Produk Selaras dengan Kebutuhan dan Pengalaman Pelanggan

Produk best seller pada dasarnya adalah produk yang benar-benar memecahkan masalah pelanggan, maka pastikan kualitasnya terus relevan. Evaluasi umpan balik, sesuaikan harga dengan value, dan optimalkan informasi produk agar pelanggan semakin yakin untuk membeli. Selain itu, hadirkan pengalaman belanja yang responsif dan personal, baik melalui chat, rekomendasi, maupun layanan purna jual.

Mengelola produk dengan tepat akan membantumu menjaga performa penjualan tetap stabil sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar. Namun, semua strategi ini hanya efektif jika kamu memahami data penjualan secara akurat. Dengan fitur Analisis Laporan dari Labamu, kamu bisa melihat performa produk, tren penjualan, hingga perilaku pelanggan dalam satu dashboard yang rapi, mudah dipahami, dan selalu up-to-date.