Labamu

Internal Audit: Pengertian, Tujuan, hingga Tahapan Pelaksanaanya

Share the Post:

Internal audit memegang peranan penting dalam menjaga pertumbuhan dan kesehatan bisnis. Melalui evaluasi risiko, penilaian efisiensi proses, hingga pengecekan kepatuhan dan keakuratan data, proses ini membantu memastikan setiap departemen berjalan searah dengan tujuan perusahaan. Yuk, pelajari jenis, tujuan, hingga prosesnya di artikel ini!

Pengertian Internal Audit

Secara sederhana, internal audit adalah proses peninjauan internal yang dilakukan perusahaan untuk memastikan seluruh sistem dan aktivitas bisnis berjalan efektif serta sesuai ketentuan.

Berbeda dari fungsi operasional, proses audit biasanya dilakukan oleh departemen khusus yang masih berasal dari internal perusahaan, tapi tidak terlibat langsung dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Mengutip Corporate Finance Institute, tujuannya adalah untuk memberikan penilaian objektif terhadap kondisi organisasi saat ini.

Selanjutnya, Investopedia menambahkan bahwa hasil audit memungkinkan perusahaan mengenali potensi risiko, memperbaiki area yang perlu ditingkatkan, serta merancang rekomendasi strategis demi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Macam-macam Internal Audit

Setelah memahami apa itu internal, penting juga untuk mengetahui bahwa audit internal tidak hanya berfokus pada satu aspek. Berikut ini adalah jenis-jenis internal audit yang umum dilakukan untuk memastikan bisnis berjalan efisien, transparan, dan sesuai arah strategis perusahaan.

1. Audit Kepatuhan

Audit kepatuhan bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas dan prosedur perusahaan berjalan sesuai aturan internal maupun regulasi eksternal yang berlaku—mengingat ketidakpatuhan bisa berakibat pada sanksi atau kerugian finansial.

2. Audit Lingkungan

Audit lingkungan menilai seberapa besar dampak kegiatan bisnis terhadap lingkungan sekitar. Proses ini juga mencakup peninjauan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang berlaku seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap aspek ESG (Environmental, Social, and Governance).

3. Audit Keamanan dan Teknologi

Audit keamanan dan teknologi fokus pada penilaian infrastruktur IT perusahaan, termasuk keamanan data, sistem, dan proses digital. Audit ini mengevaluasi apakah pengendalian teknologi informasi sudah cukup kuat untuk melindungi data serta kekayaan intelektual perusahaan.

4. Audit Kinerja

Audit kinerja dilakukan untuk menilai sejauh mana perusahaan mencapai target internal dan key performance indicators. Jika ada kesenjangan antara hasil aktual dan target, audit ini membantu menemukan penyebabnya dan hasilnya dapat digunakan untuk menyusun langkah perbaikan serta peningkatan efektivitas tim.

5. Audit Keuangan

Audit keuangan bertujuan untuk memastikan bahwa pelaporan keuangan sudah sesuai standar dan bebas dari kesalahan material. Selain itu, jenis audit ini juga berguna untuk membantu mendeteksi potensi ketidaksesuaian, penyimpangan dana, atau ketidakefisienan anggaran.

6. Audit Operasional

Audit operasional berguna untuk menilai efektivitas dan efisiensi proses bisnis di seluruh bagian organisasi. Tujuannya adalah menemukan peluang perbaikan yang dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi pemborosan sumber daya, serta mengevaluasi sejauh mana mekanisme kontrol operasional berfungsi dalam mendukung tujuan perusahaan secara keseluruhan.

7. Audit Khusus dan Investigasi

Audit ini bersifat ad hoc dan dilakukan atas permintaan manajemen untuk menangani isu tertentu, seperti dugaan kecurangan, penyimpangan data, atau kebutuhan verifikasi proyek khusus. Dalam kasus tertentu, audit ini juga berperan dalam investigasi forensik internal untuk memastikan integritas dan transparansi operasional perusahaan.

Tujuan Internal Audit

Perlu Sahabat Labamu pahami, audit internal tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk membantu perusahaan mencapai tujuan dengan cara yang efisien dan berkelanjutan melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem, proses, dan pengendalian yang membantu manajemen mengambil keputusan berbasis data dan risiko.

Berikut adalah beberapa tujuan dan manfaat utama audit internal bagi perusahaan:

  • Menilai efektivitas manajemen risiko dan pengendalian internal untuk memastikan seluruh operasional bisnis berfungsi efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
  • Memastikan setiap aktivitas bisnis sejalan dengan regulasi dan ketentuan.
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional dengan mengidentifikasi area yang kurang optimal.
  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui pelaporan hasil audit yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada manajemen.
  • Mendukung pengambilan keputusan strategis dengan menyediakan temuan dan rekomendasi yang menjadi dasar penyusunan strategi bisnis.
  • Menambah nilai bagi pemangku kepentingan dengan menjaga efisiensi, kepatuhan, serta integritas dalam operasional perusahaan.
  • Mendorong perbaikan dan inovasi berkelanjutan melalui identifikasi praktik terbaik dan potensi sinergi antar departemen.

Tahapan dalam Internal Audit

Untuk memastikan proses audit berjalan sistematis dan menghasilkan rekomendasi yang benar-benar bermanfaat, berikut adalah empat tahapan umum dalam internal audit.

1. Perencanaan (Planning)

Tahap pertama dimulai dengan penyusunan rencana audit yang mencakup tujuan, ruang lingkup, risiko yang mungkin muncul, serta sumber daya yang dibutuhkan.

Auditor juga akan mempelajari alur kerja hingga laporan audit sebelumnya untuk memahami konteks bisnis. Setelah risiko diidentifikasi dan prioritas ditentukan, rencana audit dibahas bersama manajemen sebelum disetujui oleh komite audit.

2. Pelaksanaan (Auditing)

Pada tahap ini, auditor menjalankan rencana yang telah disusun dengan mengumpulkan data dan melakukan evaluasi terhadap proses bisnis yang diaudit.

Proses pengumpulan informasi dapat dilakukan melalui survei, analisis dokumen, wawancara karyawan, hingga observasi langsung di lapangan. Tujuannya adalah memastikan audit berjalan efektif tanpa mengganggu kegiatan operasional harian perusahaan.

3. Pelaporan (Reporting)

Setelah audit selesai, auditor menyusun laporan yang berisi temuan, analisis, dan rekomendasi perbaikan. Laporan ini umumnya mencakup ringkasan eksekutif, tujuan audit, ruang lingkup, latar belakang, serta kesimpulan dan opini auditor. 

Namun, sebelum laporan difinalisasi, biasanya akan diadakan pertemuan dengan manajemen untuk meninjau hasil audit dan memastikan tidak ada informasi penting yang terlewat.

4. Tindak Lanjut (Monitoring/Follow-up)

Tahap terakhir bertujuan untuk memastikan rekomendasi audit benar-benar diterapkan dan efektif dalam memperbaiki kelemahan yang ditemukan.

Auditor dapat melakukan audit lanjutan dalam skala kecil atau meninjau pencapaian target yang telah ditetapkan. Proses ini membantu memastikan perbaikan berjalan berkelanjutan dan risiko serupa tidak kembali terjadi.

Setelah membaca seluruh artikel ini, kamu akan menyadari bahwa internal audit bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi kunci untuk menjaga efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan bisnis. Nah, untuk menghasilkan laporan audit dengan lebih mudah dan terukur, kamu butuh fitur laporan dari Labamu yang bisa memantau kinerja bisnis secara real-time dan menghasilkan laporan yang akurat berbasis data. Yuk, download aplikasinya lewat Google Play atau App Store sekarang juga!