Mengapa memahami cara menghitung modal dan harga jual itu penting? Dalam dunia bisnis UMKM yang kompetitif, mengelola keuangan dengan efektif bukan hanya sebuah keharusan, tetapi merupakan inti dari kelangsungan usaha kamu.
Setiap pengusaha, terutama kamu yang sedang mengembangkan bisnis, harus tahu bagaimana merumuskan biaya dan menetapkan harga jual yang tidak hanya menarik bagi pelanggan, tapi juga menguntungkan bagi bisnis.
- Modal adalah total aset (uang, barang, atau sumber daya) yang digunakan untuk memulai atau menjalankan usaha, sedangkan harga modal per unit dihitung dari total biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead yang dikeluarkan.
- Cara menghitung harga jual dari modal usaha dilakukan lewat 4 langkah: hitung total modal per unit, tentukan markup sesuai target laba, tambahkan pajak PPN 10%, lalu kalikan harga setelah pajak dengan markup untuk mendapatkan harga jual final.
- Untuk mengetahui persentase untung jualan, gunakan rumus Persen Untung = ((Harga Jual – Modal) / Modal) x 100%; untuk usaha makanan, keuntungan bersih ideal umumnya berkisar 20–30% dari harga jual.
Nggak mau salah hitung modal dan harga jual terus-terusan? Aplikasi kasir Labamu punya fitur Analisis Laporan yang otomatis menghitung HPP, margin, dan laba dari setiap transaksi—jadi kamu nggak perlu hitung manual pakai kalkulator atau spreadsheet lagi. Lihat semua solusi Labamu untuk bisnismu →
Artikel ini akan menyediakan panduan langkah demi langkah untuk membantu kamu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini dengan mudah.
Definisi Modal

Modal adalah total aset yang digunakan untuk memulai atau mengembangkan usaha. Aset ini bisa berupa uang, barang, atau sumber daya lain yang dimanfaatkan untuk produksi atau penyediaan jasa.
Ketika kamu menginvestasikan modal, tujuan utamanya adalah menghasilkan keuntungan melalui operasi bisnis yang efektif dan efisien.
Dalam pengertian yang lebih teknis, modal tidak hanya mencakup investasi awal tapi juga biaya operasional yang diperlukan untuk menjaga bisnis tetap berjalan. Ini termasuk pembelian bahan baku, biaya sewa, gaji karyawan, dan biaya operasional lainnya.
Definisi Harga Jual

Harga jual adalah nilai tukar produk atau jasa yang kamu tawarkan kepada konsumen. Penetapan harga jual yang tepat dalam strategi pemasaran berpengaruh langsung terhadap daya tarik produk dan margin keuntungan yang akan kamu raih.
Harga yang ditetapkan harus mencerminkan nilai yang pelanggan peroleh serta bersaing di pasar sambil memastikan bisnis kamu tetap menguntungkan.
4 Langkah Cara Menghitung Modal dan Harga Jual Produk atau Jasa
Mengetahui cara menghitung harga jual produk atau jasa akan memperkuat posisi bisnismu di pasar dan memungkinkan kamu untuk tumbuh dan berkembang lebih lanjut. Berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu lakukan.
1. Menghitung Total Modal
Langkah pertama dalam menentukan harga jual adalah menghitung total modal. Mirip seperti harga produksi, modal mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk atau menyediakan jasa.
Untuk menghitung total modal, kamu harus menjumlahkan biaya langsung seperti bahan baku dan upah, serta biaya tidak langsung seperti sewa tempat dan utilitas.
Berikut adalah rumus menghitung total modal:
Total Modal per Unit = Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja + Biaya Overhead
Misalnya, jika biaya bahan baku per unit adalah Rp 50.000, biaya tenaga kerja Rp 30.000, dan biaya overhead Rp 20.000, maka total modal per unit adalah:
Total Modal per Unit = Rp50.000 + Rp30.000 + Rp20.000 = Rp100.000
Artikel Relevan: Cara Hitung dan Rumus Harga Pokok Produksi, Kunci Kesuksesan Bisnismu
2. Menentukan Markup
Setelah mengetahui total modal, langkah selanjutnya adalah menentukan markup. Markup adalah persentase dari biaya produksi yang ditambahkan ke modal untuk menghasilkan keuntungan.
Besaran markup bergantung pada strategi harga dan kebutuhan profitabilitas bisnismu. Misalnya, jika kamu ingin mendapatkan keuntungan 50% dari modal, markup yang diterapkan adalah 50%.
Artikel Relevan: Profit Margin: Manfaat, Jenis, dan Cara Meningkatkannya
3. Memperhitungkan Pajak
Di Indonesia, umumnya dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% atas barang dan jasa.
Berikut ini rumus perhitungan pajak untuk sebuah produk atau jasa:
Harga Setelah Pajak = Harga Sebelum Pajak × (1 + PPN)
Pajak ini harus kamu perhitungkan dalam penetapan harga jual. Jadi, harga setelah pajak dihitung dengan menambahkan PPN ke harga sebelum pajak:
Harga Setelah Pajak = Rp100.000 × (1 + 0.10) = Rp110.000
4. Menentukan Harga Jual ke Pelanggan
Harga jual final ke pelanggan adalah harga setelah pajak ditambah markup. Harga ini yang akan kamu tampilkan pada label harga dan tagihan kepada pelanggan.
Berikut ini rumus harga jual produk atau jasa:
Harga Jual = Harga Setelah Pajak × (1 + Markup)
Harga jual ini harus mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli pelanggan, serta strategi kompetisi. Jika harga pasar untuk produk serupa lebih rendah, mungkin perlu menyesuaikan markup atau mengevaluasi kembali efisiensi biaya produksi untuk tetap kompetitif.
Harga Jual = Rp110.000 × (1 + 0.50) = Rp165.000

Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual
Menetapkan harga jual yang efektif memerlukan analisis mendalam tentang berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan harga. Berikut adalah beberapa faktor kunci yang harus kamu pertimbangkan.
1. Segmentasi Konsumen

Segmentasi konsumen memainkan peran vital dalam penetapan harga. Mengenal segmentasi pasar, dapat membantu menentukan seberapa banyak pelanggan bersedia membayar untuk produk atau jasa.
Misalnya, produk premium mungkin lebih cocok untuk segmen dengan pendapatan lebih tinggi yang menghargai kualitas dan eksklusivitas. Sementara itu, segmen dengan daya beli lebih rendah mungkin lebih sensitif harga, sehingga membutuhkan strategi harga yang berbeda.
2. Harga Kompetitor

Harga yang ditetapkan oleh pesaing langsung mempengaruhi harga jual kamu. Untuk bersaing di pasar, penting untuk mengetahui harga yang ditawarkan oleh kompetitor dan memberikan nilai tambah jika kamu memutuskan untuk menetapkan harga yang lebih tinggi.
Penyesuaian harga seringkali perlu dilakukan berdasarkan perubahan harga kompetitor untuk memastikan produk atau jasa kamu tetap menarik bagi pelanggan.
3. Biaya Produksi

Biaya produksi adalah total biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk. Faktor ini termasuk bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik. Setiap kenaikan biaya produksi dapat mempengaruhi harga jual jika kamu ingin menjaga margin keuntungan.
Pemahaman yang jelas tentang biaya produksi membantu dalam membuat keputusan harga yang tepat dan menilai kemungkinan pengurangan biaya atau peningkatan efisiensi.
4. Biaya Pemasaran

Biaya pemasaran mencakup semua pengeluaran terkait aktivitas promosi produk atau jasa. Ini termasuk iklan, promosi penjualan, biaya distribusi, dan lainnya. Biaya ini harus diakumulasikan dan diperhitungkan dalam harga jual agar tidak mengurangi profitabilitas.
Strategi pemasaran yang efektif dan efisien bisa membantu mengurangi beban biaya ini sambil meningkatkan penjualan.
Cara Menghitung Keuntungan dari Modal dan Harga Jual
Setelah modal dan harga jual ditetapkan, langkah terakhir adalah mengecek berapa persen keuntungan (laba) yang benar-benar kamu dapatkan. Rumusnya:
Persen Untung = ((Harga Jual – Modal) / Modal) x 100%
Contoh: modal per unit Rp100.000, harga jual Rp165.000, maka:
Persen Untung = ((Rp165.000 – Rp100.000) / Rp100.000) x 100% = 65%
Artinya, setiap unit yang terjual memberikan keuntungan 65% dari modal yang dikeluarkan. Untuk usaha makanan, idealnya keuntungan bersih berada di kisaran 20–30% dari harga jual setelah dikurangi semua biaya operasional, tapi angka ini bisa disesuaikan dengan jenis produk dan daya saing pasar.
Artikel Relevan: Cara Menghitung Persen Uang hingga Persen Diskon, Panduan Hitung Keuntungan
Pertanyaan Seputar Cara Menghitung Modal dan Harga Jual
- Bagaimana cara menghitung modal dan harga jual?
Hitung total modal per unit (bahan baku + tenaga kerja + overhead), tentukan markup sesuai target laba, tambahkan pajak (PPN 10% jika berlaku), lalu kalikan harga setelah pajak dengan markup untuk mendapatkan harga jual final.
- Apa rumus modal per unit?
Total Modal per Unit = Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja + Biaya Overhead.
- Bagaimana cara menghitung markup harga jual?
Markup adalah persentase dari modal yang ditambahkan untuk mendapatkan laba. Misalnya jika ingin untung 50% dari modal, markup yang diterapkan adalah 50%, sehingga Harga Jual = Harga Setelah Pajak x (1 + Markup).
- Berapa persen keuntungan yang ideal untuk usaha jualan?
Tidak ada angka pasti, tapi untuk usaha makanan umumnya keuntungan bersih berada di kisaran 20-30% dari harga jual setelah dikurangi semua biaya operasional, tergantung jenis produk dan tingkat persaingan pasar.
- Apa beda modal dan harga jual?
Modal adalah total biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk atau menyediakan jasa, sedangkan harga jual adalah nilai yang dibayarkan pelanggan—yaitu modal ditambah markup keuntungan dan pajak.
Artikel Relevan: Cara Menentukan Harga Jual Produk, 7 Langkah Praktis
Memahami cara menghitung modal dan harga jual adalah langkah awal yang krusial untuk kesuksesan dalam bisnis. Namun, pengetahuan saja tidak cukup tanpa alat yang tepat untuk menerapkannya.
Labamu adalah solusi yang dapat membantu mengoptimalkan proses penjualan dan pengelolaan keuangan usaha kamu. Dengan berbagai fitur seperti Laporan, yang memungkinkan kamu untuk melihat semua aktivitas transaksi dengan lengkap dan mudah, Labamu menjadi alat yang sangat berharga.
Coba Labamu Premium Gratis mendapatkan akses ke fitur-fitur yang akan memperkuat fondasi keuangan dan operasional bisnismu.
Jangan tunggu lagi untuk mengambil langkah berikutnya dalam perjalanan bisnismu. Kunjungi halaman Labamu hari ini juga.
Modal Usaha vs Modal Awal dan Modal Akhir: Apa Bedanya?
Selain modal produksi per unit yang sudah dibahas di atas, ada juga istilah modal awal dan modal akhir yang sering muncul dalam konteks yang berbeda, yaitu laporan keuangan atau neraca usaha.
- Modal awal adalah jumlah modal atau ekuitas pemilik yang tercatat di awal suatu periode akuntansi (misalnya awal bulan atau awal tahun buku).
- Modal akhir adalah jumlah modal pemilik di akhir periode tersebut, setelah memperhitungkan laba/rugi dan pengambilan pribadi (prive) selama periode berjalan. Rumusnya:
Modal Akhir = Modal Awal + Laba Bersih − Prive
Berbeda dengan perhitungan modal dan harga jual per unit produk yang jadi fokus artikel ini, modal awal dan modal akhir lebih berkaitan dengan posisi keuangan usaha secara keseluruhan dalam laporan perubahan modal atau neraca — bukan biaya untuk memproduksi satu unit barang atau jasa.
Jika kamu ingin memahami cara menyusun laporan modal awal dan modal akhir secara lengkap, topik ini akan kami bahas lebih dalam di artikel terpisah.
Pertanyaan Seputar Modal dan Harga Jual
- Bagaimana cara menghitung modal dan harga jual?
Hitung total modal per unit (bahan baku + tenaga kerja + overhead), tentukan markup sesuai target laba, tambahkan pajak PPN 10% jika berlaku, lalu kalikan harga setelah pajak dengan markup untuk mendapatkan harga jual final.
- Harga modal adalah apa?
Harga modal adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produk atau jasa, mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead — sebelum ditambah markup keuntungan dan pajak.
- Harga modal disebut juga apa?
Harga modal sering disebut juga harga pokok produksi (HPP) atau cost price, yaitu dasar perhitungan sebelum menentukan margin keuntungan dan harga jual akhir.
- Bagaimana cara menghitung modal usaha?
Modal usaha dihitung dengan menjumlahkan seluruh biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, sewa tempat, dan biaya operasional lainnya.
- Apa rumus modal?
Rumus dasar total modal per unit adalah: Total Modal per Unit = Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja + Biaya Overhead.
- Bagaimana cara menghitung untung jualan dari modal dan harga jual?
Gunakan rumus Persen Untung = ((Harga Jual – Modal) / Modal) x 100%. Misalnya modal Rp100.000 dan harga jual Rp165.000, maka untung jualan yang didapat adalah 65% dari modal.
Kalau produkmu dijual di banyak channel sekaligus, pastikan harga jual yang sudah kamu hitung ini tetap konsisten di semua platform dengan bantuan Integrasi POS Labamu.


