Banyak pelaku UMKM baru sadar butuh modal usaha justru setelah orderan membludak dan stok kehabisan di waktu yang salah. Di titik itulah nama Kredit Usaha Rakyat biasanya muncul sebagai jalan keluar, yaitu program pembiayaan dari pemerintah yang dirancang khusus supaya usaha kecil tidak selamanya terjebak modal cekak. Sebelum buru-buru ke kantor bank, ada baiknya pahami dulu seluk-beluk skema KUR: mulai dari jenis, syarat, bunga, sampai cara pengajuannya.
Ringkasan Singkat:
- Skema KUR terdiri dari lima jenis (Super Mikro, Mikro, Kecil, Penempatan Pekerja Migran, dan Khusus) dengan plafon berjenjang dari Rp10 juta hingga Rp500 juta.
- Mulai 1 Januari 2026, batasan jumlah pengajuan KUR per sektor dihapus dan bunga ditetapkan tetap 6% efektif untuk setiap pengajuan, tidak lagi naik bertahap seperti aturan 2025.
- KUR disalurkan lewat bank penyalur resmi seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI, dengan syarat utama meliputi NIB, dokumen usaha, dan agunan yang umumnya tidak wajib untuk plafon kecil.
- Apa Itu Skema Kredit Usaha Rakyat?
- Jenis-Jenis KUR Berdasarkan Skala Usaha
- Syarat KUR dan Dokumen yang Perlu Disiapkan
- Bunga KUR dan Plafon KUR Terbaru
- Bank Penyalur KUR: Mana yang Paling Cocok?
- Cara Mengajukan KUR Langkah demi Langkah
- Kalau KUR Ditolak atau Macet, Apa yang Harus Dilakukan?
- KUR vs Modal Usaha UMKM Lainnya
- FAQ Seputar Skema Kredit Usaha Rakyat
Apa Itu Skema Kredit Usaha Rakyat?
Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah skema pembiayaan bersubsidi yang disiapkan pemerintah untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar naik kelas. Berbeda dari kredit komersial biasa, bunga KUR ditekan serendah mungkin karena ada subsidi bunga KUR yang ditanggung negara. Arah kebijakan skema KUR sendiri diatur oleh Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM, yang menetapkan plafon, suku bunga acuan, dan sektor prioritas penerima.
Intinya, KUR bukan bantuan cuma-cuma, melainkan pinjaman produktif: harus dikembalikan, tapi dengan beban bunga yang jauh lebih ringan dibanding pinjaman non-subsidi.
Jenis-Jenis KUR Berdasarkan Skala Usaha
Program KUR terbagi menjadi lima jenis, dibedakan berdasarkan plafon pinjaman dan segmen usaha yang dituju:
- KUR Super Mikro: plafon hingga Rp10 juta. Cocok untuk pelaku usaha yang belum pernah menerima KUR sebelumnya, dan tidak dibatasi oleh lama berdirinya usaha.
- KUR Mikro: plafon Rp10 juta sampai Rp100 juta. Jumlah pinjamannya lebih besar dibanding KUR Super Mikro, untuk usaha yang butuh modal sedikit lebih besar.
- KUR Kecil: plafon Rp100 juta sampai Rp500 juta. Ditujukan bagi pelaku usaha kecil yang usahanya sudah lebih berkembang dan membutuhkan modal lebih besar untuk ekspansi bisnis.
- KUR Penempatan Pekerja Migran: plafon hingga Rp100 juta. Diberikan khusus untuk membantu pekerja migran menutupi biaya penempatan kerja mereka di luar negeri.
- KUR Khusus: plafon maksimal Rp500 juta untuk individu anggota kelompok. Dirancang untuk usaha kelompok yang dikelola dalam bentuk klaster, dengan fokus pada komoditas unggulan seperti perkebunan, peternakan, perikanan, dan sektor UMKM lainnya.
Pastikan mengakses jenis KUR sesuai klasifikasi usaha masing-masing, karena setiap jenis punya prosedur pengajuan dan dokumen pendukung yang sedikit berbeda.
Artikel Relevan: Ketahui Jenis-Jenis Bantuan UMKM Selain KUR

Syarat KUR dan Dokumen yang Perlu Disiapkan
Ini bagian yang paling sering bikin calon peminjam mundur duluan. Padahal, syarat KUR sebenarnya tidak serumit bayangan kebanyakan orang, asal dokumennya lengkap dari awal.
Beberapa hal yang wajib disiapkan:
- NIB untuk KUR (Nomor Induk Berusaha) sebagai bukti legalitas usaha, sekarang jadi salah satu syarat wajib di hampir semua bank penyalur.
- Usia usaha untuk KUR minimal sudah berjalan beberapa bulan hingga tahun tertentu, tergantung jenis KUR yang dipilih. Usaha yang benar-benar baru berdiri biasanya diarahkan ke KUR Super Mikro.
- Dokumen pengajuan KUR standar seperti KTP, KK, surat keterangan usaha, dan catatan transaksi atau omzet usaha.
- Agunan KUR: untuk plafon kecil, umumnya tidak wajib. Ini yang dikenal dengan istilah KUR tanpa jaminan, di mana usaha mikro dengan plafon terbatas bisa mengajukan tanpa jaminan tambahan, cukup mengandalkan kelayakan usaha itu sendiri.
Bunga KUR dan Plafon KUR Terbaru
Salah satu daya tarik utama skema KUR memang ada di bunganya, berkat subsidi bunga KUR dari pemerintah. Namun ketentuannya sempat berbeda antara tahun 2025 dan 2026, jadi penting untuk tahu skema mana yang berlaku saat mengajukan.
Aturan 2025 (berbasis sektor dan bertingkat)
Pada 2025, jumlah pengajuan KUR dibatasi berdasarkan sektor usaha, dengan bunga yang naik bertahap di tiap pengajuan berikutnya:
- Sektor perdagangan: maksimal 2 kali pengajuan. Contoh, pinjaman pertama Rp50 juta dengan bunga 6%, lalu pinjaman kedua Rp100 juta dengan bunga naik jadi 7%.
- Sektor produksi: maksimal 4 kali pengajuan, juga dengan bunga naik bertahap: pinjaman pertama Rp50 juta (6%), kedua Rp100 juta (7%), hingga pinjaman keempat mencapai 9%.
Aturan baru mulai 1 Januari 2026
Mulai 2026, ketentuan ini disederhanakan dan berlaku sama untuk semua sektor, baik perdagangan maupun produksi:
- Batasan jumlah pengajuan (2 kali untuk perdagangan, 4 kali untuk produksi) dihapus. UMKM kini bisa mengajukan KUR berkali-kali, mulai dari 5 kali, 6 kali, 7 kali, dan seterusnya, sampai usahanya benar-benar kuat dan siap mandiri dengan skema bunga konvensional.
- Bunga tidak lagi naik bertahap di tiap pengajuan. Bunga tetap di angka 6%, baik untuk pengajuan kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya.
Satu hal yang perlu dipahami: bunga 6% ini dihitung dengan skema bunga efektif, bukan flat. Artinya, bunga dihitung dari sisa pokok pinjaman yang belum dibayar, bukan dari jumlah pinjaman awal. Misalnya, kalau meminjam Rp50 juta dan setelah dicicil 5 bulan sisa pokoknya tinggal Rp40 juta, maka bunga bulan berikutnya dihitung dari Rp40 juta itu, bukan lagi dari Rp50 juta di awal.
Plafon KUR sendiri tetap bertingkat sesuai jenisnya (lihat bagian sebelumnya), dan angka bunga maupun kebijakan ini bisa saja disesuaikan lagi oleh Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM, jadi tetap cek langsung ke bank penyalur KUR untuk ketentuan terkini sebelum mengajukan.
Artikel Relevan: Ikuti Program UMKM Binaan agar Lebih Mudah Akses KUR
Bank Penyalur KUR: Mana yang Paling Cocok?
KUR tidak disalurkan langsung oleh pemerintah, melainkan lewat bank penyalur KUR yang sudah ditunjuk. Beberapa yang paling populer:
- KUR BRI: jaringan cabang paling luas hingga ke pelosok, jadi favorit pelaku usaha di daerah.
- KUR BNI: sering jadi pilihan usaha yang sudah punya histori transaksi perbankan rapi.
- KUR Mandiri: proses digital yang relatif matang, cocok untuk pengajuan online.
- KUR BSI: alternatif dengan skema syariah bagi pelaku usaha yang ingin pembiayaan bebas riba.
Perbedaan di antara keempatnya biasanya bukan pada bunga (karena sama-sama mengikuti aturan subsidi bunga KUR), melainkan pada kecepatan proses, kemudahan digital, dan kedekatan cabang dengan lokasi usaha.

Cara Mengajukan KUR Langkah demi Langkah
Cara mengajukan KUR sebenarnya cukup linear:
- Pilih jenis dan bank penyalur KUR yang sesuai skala usaha.
- Siapkan dokumen pengajuan KUR, termasuk NIB.
- Datang ke cabang atau ajukan lewat kanal digital bank terkait.
- Petugas bank akan melakukan verifikasi dan survei kelayakan usaha.
- Setelah disetujui, lakukan simulasi angsuran KUR untuk memastikan cicilan sesuai kemampuan arus kas.
- Tentukan tenor KUR, yang umumnya bisa dipilih dari hitungan bulan hingga beberapa tahun, tergantung jenis dan plafon.
- Pantau status pengajuan KUR melalui aplikasi atau kontak cabang.
- Setelah semua clear, masuk ke tahap pencairan KUR ke rekening usaha.
Simulasi angsuran KUR ini penting dilakukan di awal, bukan setelah dana cair, supaya tidak ada kejutan soal beban cicilan bulanan.
Kalau KUR Ditolak atau Macet, Apa yang Harus Dilakukan?
Tidak semua pengajuan berjalan mulus. KUR ditolak bisa terjadi karena beberapa alasan umum: dokumen tidak lengkap, usaha dianggap belum layak, atau riwayat kredit yang bermasalah di bank lain. Solusinya bukan langsung menyerah, tapi mengevaluasi dokumen, memperbaiki catatan usaha, dan mencoba mengajukan ke bank penyalur KUR lain yang mungkin punya kriteria sedikit berbeda.
Sementara itu, KUR macet, yaitu kondisi ketika peminjam gagal membayar cicilan sesuai jadwal, perlu segera dikomunikasikan ke pihak bank sebelum masalah membesar. Banyak bank menawarkan opsi restrukturisasi sebelum kasus dianggap kredit bermasalah.
Bagi usaha yang pembiayaannya sudah berjalan lancar, ada juga opsi perpanjangan KUR untuk melanjutkan siklus pembiayaan setelah tenor sebelumnya selesai, biasanya dengan plafon yang bisa disesuaikan naik jika histori pembayaran baik.
KUR vs Modal Usaha UMKM Lainnya
KUR memang bukan satu-satunya jalan mendapatkan modal usaha UMKM. Ada juga pembiayaan dari koperasi, pinjaman fintech, hingga modal ventura. Namun dibanding opsi-opsi tersebut, KUR unggul dari sisi bunga rendah berkat subsidi pemerintah dan proses yang lebih terstandardisasi lewat bank penyalur resmi. Kekurangannya, proses verifikasi cenderung lebih ketat soal legalitas usaha dibanding pinjaman fintech yang serba instan.
Artikel Relevan: Contoh Usaha Modal Kecil yang Cocok Didanai KUR — Jualan Ikan Marinasi
FAQ Seputar Skema Kredit Usaha Rakyat
- Apakah usaha baru berdiri bisa langsung mengajukan KUR?
Bisa, terutama lewat jalur KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp10 juta, yang memang tidak membatasi lama berdirinya usaha. Syaratnya cukup belum pernah menerima KUR sebelumnya. - Apakah semua pengajuan KUR wajib pakai agunan?
Tidak. Untuk plafon kecil, banyak bank menerapkan skema KUR tanpa jaminan. Agunan biasanya baru diwajibkan saat plafon yang diajukan makin besar, seperti pada KUR Kecil. - Berapa lama proses pencairan KUR setelah pengajuan disetujui?
Waktu pencairan KUR bervariasi tergantung bank penyalur, mulai dari hitungan hari hingga beberapa minggu, tergantung kelengkapan dokumen dan hasil survei lapangan. - Kalau KUR pernah ditolak, apakah bisa mengajukan ulang?
Bisa, selama alasan penolakan diperbaiki, misalnya melengkapi NIB, memperbaiki catatan keuangan usaha, atau mengajukan ke bank penyalur KUR yang berbeda. - Apakah bunga KUR sama di semua bank?
Pada dasarnya iya, karena bunga KUR mengikuti ketentuan subsidi dari Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM. Perbedaan antar bank biasanya ada di proses, kecepatan layanan, dan kemudahan akses cabang, bukan di angka bunga. - Berapa kali maksimal UMKM boleh mengajukan KUR?
Sejak 1 Januari 2026, tidak ada lagi batasan jumlah pengajuan seperti aturan 2025 (2 kali untuk sektor perdagangan, 4 kali untuk sektor produksi). UMKM kini bisa mengajukan KUR berkali-kali dengan bunga tetap 6% efektif, selama usaha masih memenuhi kriteria dan pembayaran sebelumnya lancar.
Kalau usahamu sudah punya legalitas dan catatan transaksi yang rapi, ini saat yang tepat untuk membandingkan bank penyalur KUR mana yang paling sesuai dengan kebutuhan modal usaha, lalu mulai siapkan dokumennya dari sekarang supaya proses pengajuan berjalan lebih mulus.
Data dan ketentuan dalam artikel ini dikutip dari media sosial resmi Kementerian UMKM.


