Labamu

FAQ Bisnis UMKM: Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan

Share the Post:

Memulai dan mengelola UMKM adalah perjalanan penuh tantangan dan pembelajaran. Bagi banyak pelaku usaha, perjalanan ini sering kali diawali dengan segudang keraguan dan ketidaktahuan mengenai aspek teknis maupun strategis. Tidak jarang, ada banyak sekali pertanyaan tentang bisnis yang menggantung, menuntut untuk dijawab. 

Mencari jawaban yang tepat atas berbagai hambatan operasional adalah kunci agar bisnis tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Agar bisnis UMKM tetap beroperasi maksimal, simak apa saja pertanyaan tentang bisnis yang paling sering ditanyakan di sini. 

Pertanyaan Tentang Bisnis UMKM yang Sering Ditanyakan

Dalam fase pertumbuhan UMKM, pemilik usaha sering dihadapkan pada situasi dilematis yang memerlukan pemahaman mendalam tentang manajemen bisnis. Pertanyaan tentang bisnis berikut dikumpulkan berdasarkan kendala nyata yang paling sering dihadapi: 

1. Bagaimana Cara Membedakan Keuangan Pribadi dan Bisnis?

Ini adalah pertanyaan paling mendasar tapi krusial. Tak sedikit pelaku UMKM gagal karena mencampuradukkan dompet pribadi dengan kas usaha. Jawabannya adalah memiliki rekening bank yang terpisah dan disiplin dalam melakukan pencatatan. 

Kamu harus menetapkan gaji untuk diri sendiri sebagai pemilik usaha, sehingga tidak mengambil uang dari laci kasir setiap kali ada kebutuhan pribadi. Dengan pemisahan ini, kamu bisa melihat dengan jelas apakah bisnis benar-benar menghasilkan laba atau justru mengalami kerugian tersembunyi.

2. Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengurus Legalitas Usaha?

Idealnya, legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) harus diurus sesegera mungkin sejak bisnis mulai beroperasi. Legalitas bukan hanya soal kepatuhan terhadap hukum, tetapi juga syarat mutlak jika ingin mengakses permodalan dari bank, mengikuti tender pemerintah, atau menjalin kerjasama dengan ritel besar. 

Saat ini, pengurusan izin usaha jauh lebih mudah melalui sistem Online Single Submission (OSS). Artinya, tidak ada alasan lagi bagi bisnis untuk menunda kepastian hukum usahanya.

3. Mengapa Produk Sulit Laku Padahal Kualitasnya Bagus?

Pertanyaan tentang bisnis satu ini juga sering muncul. Faktanya, kualitas produk hanyalah satu sisi dari aspek kesuksesan. Sering kali, masalahnya terletak pada pemasaran serta penempatan posisi produk (branding). 

Apakah kamu sudah menyasar target pasar yang tepat? Apakah kemasan sudah menarik? Atau mungkin akses pelanggan untuk membeli produk terlalu rumit? 

Dalam bisnis, persepsi pelanggan terhadap nilai produk sering kali lebih penting daripada kualitas teknis itu sendiri. Lakukan riset kecil untuk memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan.

4. Bagaimana Cara Menentukan Harga Jual agar Tetap Untung?

Banyak UMKM menentukan harga hanya dengan melihat harga kompetitor. Cara yang benar adalah dengan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara detail, termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, kemasan, hingga biaya listrik dan transportasi. 

Setelah HPP ditemukan, tambahkan margin keuntungan yang diinginkan. Pastikan harga tersebut kompetitif tapi tetap mampu menutup seluruh biaya operasional dan memberikan keuntungan yang sehat bagi pengembangan bisnis ke depan.

5. Apakah UMKM Kecil Sudah Perlu Menggunakan Aplikasi Kasir?

Jawabannya adalah ya. Menggunakan aplikasi kasir bukan soal gaya, tapi soal keakuratan data. Pencatatan manual sangat rentan terhadap kesalahan hitung, nota hilang, atau stok yang tidak sinkron. 

Dengan aplikasi kasir, kamu bisa memiliki laporan penjualan harian secara otomatis, memantau stok barang tanpa harus bongkar gudang setiap hari, dan memiliki database pelanggan yang rapi. Ini adalah investasi teknologi yang akan menghemat banyak waktu dan tenaga.

6. Bagaimana Cara Mengelola Stok agar Tidak Menumpuk (Overstock)?

Masalah stok yang menumpuk juga menjadi pertanyaan tentang bisnis yang sering muncul. Biasanya, kondisi ini terjadi karena tidak adanya pencatatan riwayat penjualan. Kamu harus tahu produk mana yang termasuk fast-moving (cepat laku) dan mana yang slow-moving

Terapkan sistem FIFO (First In First Out) dan rutinlah melakukan stock opname. Dengan data penjualan yang rapi, kamu bisa memprediksi kapan harus membeli bahan baku atau barang dagangan dalam jumlah banyak dan kapan harus menahannya, sehingga modal tidak mati di gudang.

7. Bagaimana Menghadapi Persaingan Harga dengan Pemain Besar?

Sebagai UMKM, sulit untuk menang jika hanya bersaing pada harga karena pemain besar memiliki efisiensi skala ekonomi. Strategi terbaik adalah menonjolkan nilai unik, pelayanan yang lebih personal, atau spesialisasi di ceruk pasar tertentu (niche market). 

Pelanggan sering kali bersedia membayar lebih untuk produk yang memiliki cerita, layanan pelanggan yang ramah, atau kualitas yang lebih terkurasi dibandingkan produk massal.

8. Apa yang Harus Dilakukan Jika Arus Kas (Cash Flow) Terganggu?

Jika pengeluaran lebih besar dari pemasukan, segera lakukan audit biaya. Identifikasi biaya yang bisa dipangkas tanpa mengurangi kualitas produk. Selain itu, pastikan tagihan ke pelanggan (piutang) segera tertagih. 

Arus kas yang macet sering kali disebabkan oleh banyaknya stok yang belum terjual atau banyaknya pelanggan yang belum membayar. Fokuslah pada penjualan tunai untuk menyehatkan kembali kas bisnis dalam jangka pendek.

9. Bagaimana Cara Memperluas Pasar ke Luar Daerah?

Di era digital, memperluas pasar bisa diawali dengan masuk ke ekosistem marketplace dan memanfaatkan media sosial. Pastikan kamu punya sistem logistik yang baik dan kemasan aman untuk pengiriman jarak jauh. Selain itu, digitalisasi manajemen operasional akan memudahkan memantau cabang atau gudang di lokasi berbeda tanpa harus hadir secara fisik setiap saat.

Transformasi Digital UMKM dengan Solusi dari Labamu

Menjawab berbagai pertanyaan tentang bisnis di atas sering kali berujung pada satu kesimpulan: pentingnya sistem manajemen terintegrasi. Tanpa bantuan teknologi, pemilik bisnis akan selalu merasa kewalahan dengan urusan administratif harian, sehingga tidak memiliki waktu untuk memikirkan strategi pengembangan bisnis yang lebih besar.

Untuk itulah aplikasi Labamu hadir sebagai mitra terpercaya bagi pelaku usaha di Indonesia. Melalui solusi POS (Point of Sales) Kasir, Labamu membantu kamu menjawab tantangan manajemen keuangan dan operasional secara instan. 

Kamu tidak perlu lagi pusing dengan catatan yang berantakan atau stok yang tidak akurat. Fitur POS Kasir dari Labamu menawarkan manfaat berikut: 

  • Pencatatan penjualan akurat: Pantau setiap transaksi yang masuk secara otomatis dan rapi.
  • Laporan keuangan instan: Dapatkan laporan laba rugi harian yang membantu kamu mengambil keputusan bisnis dengan lebih cepat.
  • Manajemen inventaris: Kontrol stok barang secara real-time untuk menghindari risiko overstock maupun kehilangan barang.
  • Kemudahan pembayaran: Fasilitasi pelanggan dengan berbagai pilihan metode pembayaran digital yang aman dan modern.

Saatnya beralih ke cara yang lebih cerdas dan efisien dalam mengelola usaha. Ingin manajemen bisnis yang lebih profesional dan bebas pusing? Labamu solusinya!