Labamu

Buka Bisnis Sambil Kerja Full-Time: Cara Mulai Tanpa Kehilangan Gaji

Share the Post:

Gaji sebagai karyawan full-time memang memberi stabilitas, tapi terkadang masih kurang untuk menutupi biaya hidup atau mencapai tujuan finansial yang lebih besar. Nah, salah satu cara menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama adalah dengan buka bisnis sampingan.

Tapi, apakah bisa menjalankan bisnis sambil kerja full-time tanpa mengganggu performa di kantor? Yuk, simak tips dan strateginya di artikel ini supaya semuanya bisa berjalan lancar!

Keuntungan Buka Bisnis Sambil Kerja Full-time

Memulai bisnis sambil bekerja full-time mungkin terdengar “gila”, tapi sebenarnya ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Selain mengurangi risiko finansial, berikut adalah beberapa alasan kenapa membuka bisnis sampingan adalah langkah cerdas bagi karyawan.

1. Pendapatan Tetap Terjamin

Dengan mempertahankan pekerjaan utama, kamu tetap bisa menerima gaji rutin. Ini membuat risiko finansial saat memulai bisnis baru bisa diminimalisir. Lagipula, pendapatan dari pekerjaan ini juga bisa digunakan sebagai tambahan modal tanpa harus menguras tabungan.

2. Masih Mendapatkan Fasilitas dan Benefit

Selain gaji bulanan, kamu juga masih bisa menikmati berbagai benefit, seperti cuti tahunan, asuransi kesehatan, hingga tabungan pensiun. Berbeda jika kamu memutuskan berhenti dari pekerjaan, semuanya harus ditanggung mandiri. 

3. Lebih Berani Mengambil Risiko

Memulai bisnis sambil bekerja memungkinkanmu menguji ide bisnis tanpa tekanan untuk langsung sukses. Itu karena kamu masih memiliki safety net selagi bereksperimen dengan strategi dan model bisnis yang sedang dirintis.

4. Meningkatkan Efisiensi dan Manajemen Waktu

Terbatasnya waktu membuatmu belajar memprioritaskan tugas, memaksimalkan produktivitas, dan mengelola waktu dengan lebih efisien keterampilan ini penting untuk pengusaha sukses.

5. Kesempatan Networking yang Lebih Luas

Rekan kerja bisa menjadi sumber insight berharga, bahkan calon pelanggan atau partner bisnis potensial di masa depan. Lingkungan kantor bisa jadi tempatmu membangun koneksi yang mendukung pertumbuhan bisnis. 

Tantangan Buka Bisnis Sambil Kerja

Memulai bisnis sambil bekerja full-time memang menjanjikan tambahan penghasilan dan pengalaman, tapi tidak bisa dipungkiri ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi. Berikut beberapa yang paling umum.

1. Keterbatasan Waktu

Bagi karyawan full-time, waktu luang adalah “barang mahal” apalagi setelah dikurangi jam kantor, perjalanan, dan urusan lainnya. Hal ini menuntut kamu mampu memanfaatkan sisa waktu yang ada seproduktif mungkin untuk mengembangkan usaha.

2. Risiko Kelelahan dan Burnout

Menambah pekerjaan sampingan di luar jam kantor bisa membuatmu cepat lelah dan kehilangan energi. Jika tidak dikelola dengan baik, ini bisa memengaruhi performa di kantor maupun kualitas pengelolaan bisnis.

3. Sulit Membagi Fokus

Mengelola dua tanggung jawab sekaligus menuntut kemampuan manajemen waktu dan prioritas yang tinggi. Tanpa strategi yang tepat, perhatian bisa terbagi, membuat baik pekerjaan kantor maupun bisnis sampingan berjalan kurang optimal.

4. Ketidakpastian dan Risiko Bisnis

Meskipun ada gaji tetap dari pekerjaan utama, menjalankan bisnis tetap membawa risiko finansial dan operasional. Keputusan yang salah atau strategi yang kurang matang bisa menghambat pertumbuhan bisnis.

5. Keterbatasan Akses dan Dukungan

Karyawan yang baru mulai bisnis sampingan mungkin kesulitan mencari mentor, partner, atau sumber daya tambahan. Tidak semua orang memiliki jaringan yang mendukung perkembangan usaha di luar pekerjaan utama.

Tips Bisnis Sampingan Lancar walau Kerja Full-time

Dengan segala tantangan dan peluangnya, menjalankan bisnis sampingan membuka kesempatan untuk mengasah keterampilan manajerial, meningkatkan pendapatan, atau mungkin berguna untuk karier utama. Berikut beberapa tips praktis agar bisnismu tetap lancar tanpa mengganggu pekerjaan utama.

1. Pilih Model Bisnis yang Tepat

Pastikan model bisnis yang kamu pilih sesuai dengan kemampuan waktu dan energi. Misalnya, franchise atau bisnis berbasis sistem partnership yang memungkinkan “berbagi beban” sehingga kamu tidak harus menjalankan semuanya sendiri. 

2. Tetapkan Prioritas dan Manajemen Waktu

Pelajari cara memaksimalkan waktu luang dengan membuat jadwal mingguan yang realistis. Fokus pada tugas-tugas penting yang memberikan dampak paling besar dan jangan terjebak pada pekerjaan kecil yang bisa didelegasikan.

3. Outsource Sebagian Pekerjaan

Delegasikan tugas yang bukan keahlian utama kamu, seperti desain grafis, penulisan konten, atau administrasi ke orang-orang yang bisa kamu percaya dan memang ahli di bidangnya. Ini membuatmu tetap fokus pada aspek bisnis yang kamu kuasai, sambil tetap menjaga perkembangan usaha berjalan lancar.

4. Aktif Mencari Feedback untuk Perbaikan

Dapatkan masukan dari teman, mentor, atau target pelanggan untuk memastikan produk atau layananmu memang dibutuhkan. Jangan menunggu hingga bisnis berkembang, feedback awal bisa mencegah kesalahan besar dan mempercepat penyesuaian strategi.

5. Pisahkan Proyek Pribadi dengan Pekerjaan Kantor

Hindari menggunakan waktu atau sumber daya kantor untuk bisnis sampingan. Patuhi aturan kontrak, non-compete clause, dan jangan mencampur urusan pribadi dengan pekerjaan utama untuk menjaga profesionalisme dan hubungan baik di kantor.

6. Manfaatkan Aplikasi Pengelola Bisnis

Gunakan platform seperti Labamu yang selalu memungkinkan kamu untuk memantau semua aktivitas bisnis hanya dalam satu platform. Dengan fitur dashboard yang intuitif, semua aktivitas bisnis bisa di-track and trace dengan mudah sehingga kamu tetap bisa mengontrol bisnis meski waktu terbatas.

7. Tentukan Kapan Harus Berhenti atau Ekspansi

Tetapkan target finansial dan pertumbuhan sebagai indikator kapan bisnis bisa dijalankan lebih serius atau bahkan menjadi fokus utama. Dengan perencanaan yang matang, kamu bisa membuat keputusan yang lebih aman dan strategis.Dengan strategi yang tepat dan bantuan teknologi, kamu bisa mengurus usaha tanpa mengganggu pekerjaan utama. Salah satu caranya dengan memanfaatkan fitur Integrasi Omni-Channel dari Labamu yang mengelola semua pesanan dari berbagai platform dalam satu dashboard, stok dan harga otomatis update, operasional lebih rapi, minim risiko, dan kamu bisa fokus kembangkan bisnismu lebih cerdas.